Kota Tarakan Punya Air Terjun Tersembunyi, di Sini Lokasinya

benuanta.co.id, TARAKAN – Masyarakat Kota Tarakan akrab dengan mendatangi alam terbuka untuk camping atau sekedar menghabiskan waktu libur bersama keluarga atau kerabat.

Lokasi atau alam yang sering jadi tempat rujukan para pemuda di Tarakan biasanya, Batu Mapan, Jambore, Sungai Bidadari, Pantai Amal dan lain-lain.

Dari gambaran tersebut, terdapat satu lokasi alam yang menyajikan air terjun beserta pemandangan hutan Kota Tarakan yang masih sangat terawat dan asri, baik dari spot bukit yang mengarah langsung pada ufuk barat, berkena percikan cahaya matahari dikala terbenam, serta spot air yang mengalir dari ketinggian atau yang kerap dijuluki air terjun Gunung Selatan.

Namun, tak ada yang mudah. Menuju keindahan air terjun Gunung Selatan ada pertaruhan panjang menuju lokasi tersebut.

“Perjalanan menuju ke sana, kita harus melewati titik permulaan di Kampung Satu, hingga tiba di pos hijau Gunung Selatan sebagai pintu masuk atau awal dari perjalanan menelusuri kawasan hutan. Sementara itu perkiraan jarak lokasi dengan lapangan parkir adalah dua kilometer, ” ujar Agustina, pengunjung lokasi tersebut.

Hal yang sangat disayangkan ketika baru mau memulai perjalanan, saya disambut dengan tumpukan sampah yang diduga dibawa oleh para pengunjung.

Baca Juga :  Baru Awal Tahun 2026, BPBD Catat Ada 11 Titik Karhutla di Tarakan

Tak hanya sampah, saya juga disambut dengan tanjakan berupa bukit kecil yang lumayan menguras kekuatan otot kaki, tapi jalur itu tidak berlangsung lama, jalanan menjulang rata kembali mengiringi. Selepas itu, kanan dan kiri saya dilengkapi dengan panorama jurang yang jauh menjulang kebawah yang cukup membuat bulu kuduk saya merinding saat melintasinya.

Pada jarak sekitar satu kilometer kemudian tepat setengah jam setelah memulai perjalanan jika kita akan tiba di spot bukit yang menyajikan langsung pemandangan Bandara Juwata dan tepat menghadap ufuk barat, sehingga banyak dari teman-teman penikmat alam yang berkunjung di waktu-waktu mendekati senja.

Pada lokasi ini, terdapat pula plang peringatan yang ditujukan kepada pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tetap menjaga kelestarian hutan lindung kota Tarakan. Pada lokasi ini juga tak jarang ditemukan teman-teman pecinta alam yang mendirikan tenda untuk berkemah.

“Namun saya tak berhenti disitu, saya terus melanjutkan perjalanan hingga spot tujuan saya, yaitu air terjun Gunung Selatan, yang kurang lebih berjarak dua kilometer dari spot bukit dan memakan waktu satu jam jika jalan santai, ” ujarnya.

Baca Juga :  PMK: Api Berasal dari Bawah Bangunan Masjid As-Sholihin

Medan yang mengiringi perjalanan kali ini pun lebih ekstrem, kita diharuskan melewati jalur yang tinggi menanjak ke atas, jalur yang lembab dan dialiri air, serta memasuki rawa-rawa.

Rawa ini yang ketika musim hujan, posisi air lebih tinggi dari panggul orang dewasa. Beberapa pohon tumbang di perawaan juga kerap menghiasi perjalanan, sehingga perlu sesekali menapaki batang pohon-pohon tersebut di sepanjang perjalanan, ikan-ikan kecil penghuni rawa juga ikut serta menemani, bahkan pernah sekali saya menemui anak-an kura di jalur rawa.

“Setelah Medan mengerikan itu saya dihadapkan dengan sungai, layaknya batu mapan, dengan batu-batu perminyakan bumi dan batu bara muda sebagai jalurnya. Pada lokasi ini keseimbangan dan kehati-hatian diperlukan. Karena, tak jarang saat di jalur tersebut, banyak dari teman-teman pengunjung atau bahkan saya sendiri yang tergelincir akibat bebatuan yang licin akan minyak bumi dan lumut-lumut yang juga tumbuh subur di bebatuan, ” tuturnya.

Baca Juga :  Banyak Pasien HIV Putus Kontak, Dinkes Tarakan Akui Pendampingan Tak Mudah

Akhirnya, tibalah kita di spot tujuan yaitu air terjun Gunung Selatan, walaupun hanya menerjunkan air setinggi tiga meter, tetapi sudah dapat dinikmati sambil bermandian. Sayangnya, pada spot ini tidak ada wadah atau kolam yang menampung air saat mengalir jatuh, jadi pengunjung atau penikmat alam hanya dapat menikmati dan bermandian di titik air mengalirnya langsung.

Gunung Selatan tidak hanya menyuguhkan air terjun tiga meter saja. Terdapat beberapa spot air terjun baik empat meter bahkan tujuh meter juga sudah dapat kita nikmati, tentu dengan jalur yang lebih menantang lagi.

“Menurut kacamata saya, sejauh ini pengunjung yang menyambangi air terjun tiga meter itu tak hanya datang dari teman-teman dengan latar belakang pecinta alam dan penjelajah, ” jelasnya.

Ada juga kunjungan dari orang asing tetapi hanya beberapa orang saja, mungkin karena jalur yang ekstren atau karena lokasi yang belum terexplore luas. Jika penasaran dan ingin berkunjung, tetaplah waspada dan jangan tinggalkan apapun termasuk sampah. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *