benuanta.co.id, TARAKAN – Turunnya Harga Swab PCR menjadi 300 ribu diperkirakan akan mempengaruhi harga Swab Antigen. Ditambah lagi dengan perubahan aturan penerbangan yang baru yakni SE 96 Tahun 2021 yang memperbolehkan penggunaan hasil tes Antigen untuk keberangkatan.
Direktur RSUD Tarakan, dr. Franky Sientoro, Sp.A mengatakan dengan penurunan PCR dan aturan baru dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) kemungkinan harga antigen juga ikut turun.
“Antigen sekarang Rp 90 ribu, harusnya lebih turun lagi kan PCR juga sudah turun,” kata Franky, Rabu (3/11/2021).
Disinggung soal keuntungan, Franky mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena akan ada subsidi silang dari pemerintah ke rumah sakit negeri. Menurutnya tarif Rp 90 ribu untuk Antigen sudah sangat membantu masyarakat.
“Rumah sakit tidak akan rugi kan ada subsidi silang, tapi kalau bagi teman-teman swasta atau klinik luar ya ada sparing biaya pelayanan lah,” terangnya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini juga memberi himbauan kepada seluruh rumah sakit yang memiliki mesin PCR untuk dapat membuka pelayanan dengan maksimal. Mengingat pada situasi seperti saat ini menjadi kesempatan untuk dapat memutar roda perekonomian.
“PCR dan Antigen ini menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi pelaku perjalanan itu banyak sekali, inilah gunanya dibuka dengan maksimal pelayanan swab tes dalam rangka percepatan pemutaran ekonomi,” tutur Franky. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







