benuanta.co.id, TARAKAN – Hari Raya Galungan diperingati setiap Bude Kliwon wuku Dungulan ini dimaknai oleh umat Hindu sebagai hari yang sakral. Sebab Hari Raya Galungan merupakan peringatan atas terciptanya alam semesta beserta isinya dan kemenangan dharma melawan adharma.
Menyambut hari raya tersebut, umat Hindu di Kota Tarakan juga mempersiapkan perayaan Galungan dengan berbagai dekorasi di Pura Agung Giri Jagatnatha.
Kepada benuanta.co.id, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kaltara, Wayan Suaba menjelaskan, sebenarnya persiapan dilakukan satu hari sebelum sembahyang dengan menghias pura.
“Tahap-tahapannya ya kalau ibu-ibunya mempersiapkan janur, kalau bapak-bapak mempersiapkan pasang besi Penjor dan biasa ngecat pura, bersih-bersih,” katanya, Kamis (4/11/2021).
Sembahyang Galungan pun nantinya akan dilaksanakan Rabu, 10 November 2021 dan digelar pada malam hari.
“Kita sembahyangnya malam, dengan pandemi ini kita pasti tetap Prokes itu harus ya,” terangnya.
Ia menjelaskan, sembahyang nantinya akan diikuti oleh seluruh umat Hindu yang ada di Tarakan. Tercatat ada sebanyak 100 lebih umat Hindu yang selalu sembahyang di Pura Agung Giri Jagatnatha.
“Kalau di Tarakan itu semuanya hadir, ada sekitar 100-an kalau tidak salah umat Hindu,” jelas Wayan.
Sementara itu, makna Galungan tahun ini, Wayan menuturkan sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun ada tema yang terkandung di dalam perayaan Galungan kali ini, yaitu mempersatukan umat untuk memperkokoh NKRI.
“Maknanya sama, merayakan kemenangan dharma dan adharma dan kalau ini masih di situasi Covid kita mempersatukan umat agar selalu jaga kesehatan dan keutuhan NKRI,” tandasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







