benuanta.co.id, MIMIKA – Kontingen Kaltara Cabor panjat tebing gugur saat head to head melawan atlet Jabar, kelas speed world record perorangan putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 di Arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Jumat (1/10/2021).
Padahal, Sabri atlet asal Kabupaten Nunukan yang bertemu Raharjati Nursyamsa, kontingen Jabar sempat memimpin saat start pertama. Saat poin atau pijakan ke delapan, Sabri maupun Raharjati sempat tergelincir namun bisa kembali beradu tanjakan.
Namun, Sabri kembali tergelincir saat melewati poin 18. Nahasnya, mantan peringkat dua dunia itu tak mampu memijakan kaki dan tangannya dengan tepat ke arah poin yang menyebabkan terjatuh.
Melihat situasi tersebut, sang lawan yang merupakan peringkat satu pada babak kualifikasi 16 besar kemarin langsung menyusul dan menyelesaikan pertandingan dengan best time 8.025 detik. Sedangkan catatan waktu Sabri berada diangka 13.63 detik.

Dengan kekalahan tersebut, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltara, Kamaruddin mengakui keunggulan lawan pada gelaran olahraga empat tahunan tersebut.
Meski demikian, dia menyebut anak asuhnya telah menjalani pertandingan dengan semaksimal mungkin.
“Sabri juga sudah maksimal, tetapi memang nasibnya belum beruntung. Yang jelas kita lihat sendiri bahwa Jawa Barat tadi sudah ketinggalan jauh sekali dengan Sabri. Tetapi pegangannya terlepas, makanya beliau kalah di head to head ini,” ujar Kamaruddin kepada benuanta.co.id, usai pertandingan.
“Rasa kecewa yang jelas ada, kita minta maaf kepada masyarakat Kalimantan Utara tidak bisa memberikan yang terbaik. Sebenarnya target kita medali emas di PON kali ini, tetapi tidak tercapai,” tambahnya.
Dengan kekalahan di PON XX Papua ini, Kamaruddin menerangkan akan terus berbenah dan melakukan evaluasi untuk kembali tampil konsisten di ajang berikutnya.
“Kita akan mencari bibit-bibit baru untuk PON selanjutnya. Bulan November nanti juga ada Kejurnas, Sabri kita tidak turunkan karena usia Kejurnas junior 19 tahun,” imbuhnya.
Selanjutnya masih di venue yang sama, Sabri akan kembali bertanding dengan kelas yang berbeda, yakni combain climbing pada 6 Oktober 2021 mendatang.
“Kecil lah peluangnya (combain), tetapi kita akan coba,” pungkasnya. (*)
Editor : Yogi Wibawa







