benuanta.co.id, TARAKAN – Puluhan nelayan di sepanjang Jembatan Perikanan Tarakan mengeluhkan dengan adanya rencana proyek penyiringan sungai di sekitar parkiran perahu milik nelayan pada Senin, 20 September 2021.
Rencana proyek penyiringan tersebut dianggap dadakan, lantaran tidak adanya pemberitahuan terlebih dulu kepada nelayan.
“Saya ini kurang tau ada apa kok bawa banyak kayu, terus dipatok di pinggir sungai. Waktu saya tanya, orang proyeknya bilang pengukuran untuk buat siring,” terang Salam, salah seorang nelayan di sepanjang Jembata Perikanan saat ditemui benuanta.co.id.
Proyek yang dianggap dadakan tersebut, kata Salam, kurang memperhatikan nasib nelayan yang sudah bermukim di sepanjang Jembata Perikanan yang dikelola Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut.
“Ada datang empat orang mungkin orang proyeknya. Tak lama pasang patok di pinggir sungai, setelah itu ada yang nyalakan senso. Saya tanya lagi, katanya mau nebang pohon selanjutnya untuk penimbunan,” jelasnya.
Salam pun meminta pekerja proyek itu untuk menghentikan sementara kegiatannya, sebab terdapat sejumlah perahu nelayan di bawah pohon yang akan ditumbangkan tersebut.
“Saya minta memang jangan ditumbangkan pohonnya karena saya takut perahu yang ada di bawah (pohon) rusak tertimpa. Lagian kami di sini (nelayan) tidak ada pemberitahuan,” tukasnya.
Senada dengan Salam, Ketua Kelompok Nelayan Perikanan, Hamid menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, para nelayan yang memarkir perahunya di sepanjang Jembata Perikanan bukan tidak menerima pembangunan, melainkan kecewa dengan cara pekerja proyek yang mendadak.
“Seharusnya ada pemberitahuan dari pihak terkait kepada para nelayan di sini. Kalau begini kami merasa seperti tidak dihargai sebagai nelayan kecil,” paparnya.
Lanjut Hamid, yang memberatkan para nelayan adalah perahu yang entah dipindahkan ke mana setelah jalannya proyek.
“Di sini ada sekitar 40-an perahu nelayan, itu (parkiran) juga harus dicarikan solusinya. Jangan tiba-tiba kami disuruh pindah tapi tidak ada solusi dari pihak terkait,” cetusnya.
Ia berharap proyek pembangunan siring tidak merugikan para nelayan kecil yang sudah puluhan tahun menggunakan lokasi tersebut.
“Memang bukan tempat kami, ini hak pemerintah mau bangun apa saja di sini. Tapi jangan lupakan kami para nelayan. Nasib kami seperti apa, perahu para nelayan di sini parkir di mana,” sebutnya. (*)
Editor : Nicky Saputra







