benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan tak hanya bantuan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kementerian Kesehatan, Bulungan juga mendapatkan bantuan alat PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Alat sudah datang sejak seminggu lalu, saat ini disimpan di Labkesda Bulungan. Alat ini dikhususkan untuk tracing pasien,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan Imam Sujono kepada benuanta.co.id, kemarin.
Imam menuturkan alat itu masih tersimpan rapi, pihaknya masih menunggu tim dari BNPB untuk membuka alat tersebut dan melakukan running. Kata dia, belum ada SDM dari Bulungan yang bisa melakukannya.
“Kami belum bisa memastikan kapan alat itu mulai running. Alat itu harus dilakukan pengujian terlebih dulu, apakah layak atau tidak. Kalau tidak maka tidak layak digunakan,” jelasnya.
Dia mengatakan dari alat PCR yang ada nanti akan berbeda fungsi, jika bantuan dari BNPB untuk tracing kontak erat. Maka alat PCR bantuan dari Kementerian Kesehatan itu nantinya untuk masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Alat PCR bantuan dari Kemenkes ini belum tiba disini, nanti disimpan di RSD dr Soemarno Sosroatmodjo. Itu berbayar, kalau PCR di Labkesda itu gratis,” ucapnya.
Dia menambahkan untuk tarif swab PCR di rumah sakit nantinya akan disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) Kementerian Kesehatan. “Biaya PCR diluar Pulau Jawa dan Bali itu tarifnya Rp 525 ribu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







