benuanta.co.id, TARAKAN – Meskipun penurunan tarif telah resmi diberlakukan, layanan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Kota Tarakan akan tetap di fokuskan kepada pasien Covid-19.
Plt Direktur Utama RSUD Tarakan, dr. Franky Sientoro, Sp.A mengharapkan agar pelaku perjalanan tidak bepergian jika tak ada kepentingan yang mendesak.
“Ya kami harap dengan harga segini PCR janganlah untuk jalan-jalan, ini jumlah nya tidak banyak juga,” ungkap dr. Franky Sientoro, Sp.A kepada benuanta.co.id, Rabu (18/8/2021).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini juga menjelaskan, untuk kuota alat PCR yang digunakan di RSUD Tarakan memiliki layanan 1×24 jam.
“Alat PCR nya satu kita pakai yang open system jadi ini bisa running sampai 90-an,” tuturnya
Ia menambahkan, untuk peserta tes setiap harinya RSUD melayani maksimal 160 orang dan diutamakan pasien.
“Maksimal nanti satu hari itu 160 lah, paling banyak tapi kita utamakan yang pasien tetap. Walaupun gratis untuk pasien tetap kita utamakan pasien,” tandasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa/Ramli







