benuanta.co.id, TARAKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, telah mengeluarkan lima Permendikbud mengenai landasan penerapan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.
Salah satu kampus favorit di Kaltara saat ini, Universitas Borneo Tarakan (UBT) telah menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Pada dasarnya MBKM itu skemanya yang membedakan dengan kurikulum yang lama adalah hak belajar tiga semester diluar program studi, bentuknya bisa magang, mengajar ataupun penelitian mandiri,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran LP3M UBT, Irianto Aras, M.Pd kepada benuanta.co.id, Sabtu (7/8/2021).
Senada dengan Aras, Ketua Jurusan Prodi Teknik Elektro Achmad Budiman menuturkan workshop kurikulum MBKM kali ini digelar dengan melibatkan beberapa stakeholder.
“Kami mengundang para stakeholder diantaranya PT. PLN , PT. Telkom, PT. Kayan Marine Shipyard Tarakan dan Disnaker Tarakan yang tujuannya bisa memberikan sumbang saran bagaimana peluang kelulusan mahasiswa teknik elektro ini sesuai bidangnya,” tuturnya.
Saat ini, prodinya memilih skema kurikulum 7.1 yang artinya mengharuskan mahasiswa selama 7 semester belajar teori di kampus dan 1 semesternya di luar kampus.
“Jadi workshop ini sampai lima hari kami mematangkan dulu kurikulum ini ke para dosennya yang berjumlah 9 dosen. Kemudian skemanya 7.1 jadi maksudnya mahasiswa itu tujuh semester di kampus dan satu semesternya di luar kampus atau magang,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, Sekretaris Jurusan Teknik Elektro, Abil Huda mengatakan sejauh ini ada kurang lebih 40 mahasiswa yang mengikuti program MBKM skala kecil, yaitu Krudensial Mahasiswa Mikro Indonesia (KMMI).
“Ada sebanyak 36 mahasiswa dari Borneo dan empat dari luar UBT, total 40 mahasiswa untuk satu kelas. Kami menjalankan salah satu program Merdeka Belajar dalam lingkup yang kecil dulu yang sifatnya kursus ya kami buka,” katanya.
Lebih jauh, Abil membeberkan skala kecil yang dijalankan ini bersifat lintas prodi yang terdiri dari prodi elektro, mesin dan keguruan jurusan matematika.
“Kalau KMMI ini untuk melatih dosen maupun mahasiswa supaya mulai mengenali dan menjalankan merdeka belajar dalam skala kecil, ini juga lintas prodi lebih dari satu bidang juga didalamnya,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa/Nicky Saputra







