Dandim 0907 Temukan Penumpang dengan RT-PCR Positif Lolos Masuk Tarakan, Begini Kata Satgas Kaltara

TARAKAN – Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto menyayangkan adanya pasien positif Covid-19 dari luar daerah yang lolos tiba di Tarakan. Hal itu ditemukannya saat institusi yang dipimpinnya melakukan tes usap secara random di pintu masuk Bandara Internasional Juwata Tarakan.

Dandim mengaku heran dengan hal itu, pasalnya bagaimana mungkin penumpang maskapai dengan status RT-PCR bisa diperkenankan untuk mengikuti keberangkatan menuju Tarakan.

“Parahnya, ada penumpang asal Surabaya RT-PCR nya positif itu lolos sampai Tarakan. Setelah kami cek ternyata 3 hari sebelum keberangkatan itu dikeluarkan, anehnya kok itu diloloskan, saya gak tau juga bagaimana cara mengeceknya (pihak berwenang) itu,” ungkapnya pada Minggu, 18 Juli 2021 saat pelaksanaan Serbuan Vaksin Sejuta Sehari di Kodim 0907/Tarakan.

Baca Juga :  Kemenag Tarakan Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H, Ini Besarannya

Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto berharap semua pihak turut andil dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 terutama di pintu masuk transportasi udara.

“Saya pesankan kepada masyarakat terutama pemangku kepentingan, hal ini harus diperhatikan. Jutaan orang yang kita terjunkan di lapangan untuk mengawasi prokes akan percuma ketika orang yang masuk dari luar Tarakan tidak bisa kita awasi,” jelas Dandim yang juga turut memantau langsung tes usap random tersebut.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Soroti Kendala Program MBG di Tarakan Timur

Berkaitan dengan pengawasan di Bandara Juwata Tarakan, ia menilai di Kota Tarakan tidak memiliki karantina terpusat.

Tentang hal itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara mengkonfirmasi pihaknya bakal menelusuri dan berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tarakan.

“Kami memang belum ada dilaporkan atau dikonfirmasi, mungkin saja dengan Satgas setempat (Tarakan). Tetapi verifikasi hasil PCR sebelum berangkat tentunya dilakukan oleh KKP di bandara asal tempat keberangkatan,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara mengatakan, Agust Suwandy kepada benuanta.co.id pada Senin, 19 Juli 2021.

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

Menurutnya, verifikasi hasil PCR biasanya harus dari laboratorium yang merupakan jejaring Kementrian Kesehatan dan juga untuk memastikannya harus dilanjutkan dengan PCR lagi agar metodenya sama.

“Kalau pemeriksaan Swab Antigen secara random menunjukkan hasil yang berbeda, memang ada kemungkinan karena dari 2 metode pemeriksaan yang berbeda juga (PCR dan Swab Anntigen). Utk memastikannya harus dilanjutkan dengan PCR lagi agar metodenya sama,” tutup dia. (*)

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *