TARAKAN – Melirik potensi bisnis Sarang Burung Walet di Kota Tarakan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tarakan bakal mengembangkannya bersama petani lokal.
Dikatakan Ketua HIPMI Tarakan, H. Lukman Ambo Lala, ST pihaknya melihat potensi yang sangat baik dan mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Kepada benuanta.co.id, ia menyampaikan bakal membantu petani sarang walet dalam hal akses pasar ke luar daerah dan memberikan pendampingan teknis melalui jasa konsultan, agar petani walet mampu meningkatkan produksi.
HIPMI Kota Tarakan bersama Komunitas Walet Angkasa Kaltara tengah melakukan kerjasama dalam bisnis itu.
“Dalam waktu dekat kita akan menjumpai para petani walet bersama jasa konsultan untuk membahas kerjasama kedepannya,” terang Lukman pada Jumat, 9 Juli 2021.
Kata dia, di Kota Tarakan sendiri masih terdapat pengusaha sarang walet yang terhambat produksinya. “Ada yang dalam bangunannya tidak terdapat burung yang masuk dan ada juga yang kurang tertata bangunannya, sehingga kita upayakan Bakan mendampingi mereka,” sambung pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi itu.
Niat HIPMI untuk membangun ekonomi daerah dari bisnis tersebut disambut baik oleh Sandy Maulana, Ketua Komunitas Walet Angkasa Kaltara.
“Bersama dengan HIPMI tentu kami siap memberikan layanan pendampingan pemeliharaan, kontruksi bangunan, pemasaran dan upaya peningkatan produksi,” jelas dia.
Lebih lanjut, Sandy menerangkan yakni produksi sarang walet Indonesia sudah dikenal dunia dengan kualitas yang sangat bagus, hal ini semakin miningkatnya permintaan sarang burung walet dari negara tetanga seperti China, Hongkong, Jepang, Thailand, Canada, Australia bahkan Amerika.
Untuk menghasilkan produk sarang walet yang bagus harus ditunjang dengan tempat atau bangunan gedung yang sesuai dengan kreteria tempat yang cocok untuk digunakan sebagai habitat tinggalnya burung walet, baik dari aspek kelembabpan ruangan, luas gedung, jauh dari sinar matahari. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







