TARAKAN – Dua orang tersangka pengeroyokan dengan senjata tajam (sajam) berinisial AN dan SN telah menyerahkan diri di Kepolisian Resor (Polres) Tarakan pada Senin (5/7/2021) lalu, berikut kronologi kejadiannya dari kepolisian.
Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi mengatakan, kejadian penganiayaan dan pengeroyokan dialami oleh salah satu warga di RT 22 Jembatan Bongkok, Karang Anyar Pantai pada Senin (5/7/2021) lalu.
“Kronologisnya pada hari senin (5/7/2021) sekira pukul 12.30 WITA, saat itu korban sedang duduk di rumahnya kemudian didatangi oleh tersangka dengan inisial AN, awalnya AN menghampiri korban dengan tujuan untuk mendapatkan pembagian hasil upah dari korban,” ujar Aldi, Selasa (6/7/2021)
Dijelaskan Aldi, terjadi sedikit cekcok antara AN dan korban, kemudian sempat terjadi perkelahian, pelaku yang tidak terima kembali dan mengajak keponakannya yang berinisial SN dengan membawa sebilah parang dan sajam panjang.
“Kedua pelaku mendatangi kediaman korban dan langsung mengayunkan parang kearah wajah namun sempat ditepis menggunakan tangan korban, kejadian terjadi secara brutal,” terang Aldi.
Berdasarkan keterangan yang diterima, korban juga sempat ingin melawan balik, karena istri dari korban juga memberikan sebilah pedang panjang namun belum sempat digunakan, korban keburu dihantam bagian kaki dan jatuh.
“Kedua tersangka saat ini telah diamankan, usai melakukan aksi brutalnya tersangka menyerahkan diri dan mendatangi polres Tarakan, kita telah lakukan penahanan, dilanjutkan dengan proses penyidikan,” pungkas Aldi.
“Kedua tersangka bekerja di bisnis kayu merah, untuk penyebab pertikaian masih belum diketahui, masih menunggu keadaan korban pulih untuk mendapatkan keterangan dari korban,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli