TARAKAN – Provinsi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) pada bulan Juni 2021 terjadi deflasi sebesar -0,15 persen. Sementara itu Kota Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,01 persen dan Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar -0,18 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Tina Wahyufitri, S.Si., M.Si mengatakan, dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional bulan Juni 2021, inflasi terendah terdapat pada Kota Tanjung Selor dan Kota Pekanbaru sebesar 0,01 persen.
“Provinsi Kaltara mengalami deflasi sebesar -0,15 persen, atau terjadi perubahan IHK 105,64 pada bulan Mei 2021 menjadi 105,49 pada bulan Juni 2021. Inflasi tahun kalender sebesar 0,84 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 1,69 persen,” ujar Tina.
Dijelaskan Tina, deflasi di Kaltara dipengaruhi oleh penurunan indeks pada kelompok transportasi sebesar -1,01 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,16 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar -0,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,07 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.
Sedangkan inflasi di Kaltara dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,34 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,00 persen.
Pada bulan Juni 2021, kelompok pengeluaran yang memiliki andil yang dominan terhadap deflasi Kalimantan Utara (Gabungan Kota Tarakan dan Kota Tanjung Selor) adalah transportasi sebesar -0,12 persem, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,01 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,01 persen.
Kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan terhadap inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,00 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,00 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,00 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli







