TARAKAN – Musibah kebakaran menjadi momok yang menghantui masyarakat Tarakan. Menilik beberapa kejadian yang terjadi selama beberapa tahun ini, dinilai sebagian besar penyebabnya korsleting listrik.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Irwan menjelaskan perlunya kesadaran masyarakat menggunakan instalasi listrik yang tepat sehingga terhindar korsleting yang memicu kebakaran.
Pihaknya akui selama ini kejadian naas akibat si jago merah sebanyak 75 persen disebabkan oleh korsleting listrik.
“Jadi sebagian besar penyebab kebakaran selama beberapa tahun ini yaitu korsleting listrik. Lagi-lagi, ini bukan kesalahan PLN. Dimana wewenang PLN hanya sampai di meteran listrik, selebihnya merupakan tanggung jawab pemilik bangunan untuk menjaga dan tingkatkan kewaspadaan,” jelas Irwan kepada benuanta.co.id pada Ahad, 30 Mei 2021.
Kata dia, terkadang masyarakat menggunakan kabel-kabel yang tidak standar dalam instalasi listrik dan juga melakukan penambahan daya diluar ketentuan dari PLN.
Irwan tegaskan sebaiknya masyarakat juga memiliki pengetahuan penanggulangan kebakaran di rumah masing-masing.
“Kami sudah sering mensosialisasikan agar setiap rumah itu memiliki Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) atau yang sejenisnya. Selain kita patuh menggunakan instalasi listrik yang benar, kita juga harus memiliki sarana antisipasi kebakaran, karena dengan penggunaan APAR, itu dapat memadamkan api di awal kejadian,” ujarnya.
PMK mengedepankan kesiapsiagaan dalam penanganan kejadian kebakaran ini. “Kami selalu siap siaga setiap detikpun, tidak pandang momentum apapun,” tukasnya.
PMK gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat berupa pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







