TARAKAN – Operasi Ketupat Kayan Kepolisian Resor (Polres) Tarakan tahun 2021 yang dimulai pada 6 Mei 2021 lalu hingga 17 Mei 2021 telah berakhir, terdapat 6 kasus pencurian dan 2 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) selama operasi berlangsung.
Hal ini disampaikan Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kabag Ops Polres Tarakan, Kompol Tony saat diwawancarai oleh awak media pada Selasa (18/5/2021).
“Banyak hal yang dilaksanakan Polres Tarakan, dimana kami berhasil menekan angka kecelakaan lalulintas, dimana tahun ini hanya ada 2 laka lantas dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 9 laka lantas,” Kata Tony.
Kemudian pada saat operasi, Polres Tarakan juga mengutamakan dan menekankan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan serta mengimbau kepada para pemudik supaya pada tahun ini tidak melaksanakan mudik.
“Kita usahakan jangan sampai dengan adanya pelaksanaan ibadah hari raya Idul Fitri tahun 2021 yang bersamaan dengan libur panjang, malah meningkatkan pasien positif Covid-19,” terangnya.
Untuk kriminalitas selama operasi, dari data yang dikumpulkan dari tanggal 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021, yaitu kasus pencurian sebanyak 6 kasus, selain pencurian tidak ada laporan kriminal lainnya.
“Malam takbiran berjalan dengan lancar, tanpa ada laporan kriminalitas dan kebetulan hujan deras terjadi di beberapa pusat perbelanjaan, jadi mengurangi kerumunan warga,” sebutnya
Selain itu, jumlah penumpang yang berangkat dan masuk selama hari raya dan pelaksanaan operasi ketupat selama 12 hari, yakni sebanyak 7500 orang.
“Prokes sangat kita tekankan diseluruh pos, khususnya di Gusher dan Pelabuhan SDF seluruhnya memantau penggunaan masker dan jaga jarak di kerumunan masyarakat,” tutupnya.(*)
Reporter: Matthew Gregori Nusa
Editor: Ramli







