TARAKAN – Menjadi suatu momen langka ketika dua hari besar keagamaan berlangsung bersamaan, yakni Idulfitri 1442 H dan Hari Kenaikan Isa Al-Masih pada Kamis, 13 Mei 2021.
Saat pagi tiba, kedua rumah ibadah yaitu Masjid dan Gereja dipenuhi para umat untuk beribadah mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
Melalui pantauan benuanta.co.id, puluhan hingga ratusan jemaah dan warga gereja melakukan peribadatan di rumah ibadahnya masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
Pendeta Joko Susanto yang mewakili umat Kristen mengatakan momen indah ini sejalan dengan negara kita yang berbhineka. Pasalnya keberagaman ini menjadikan semuanya dapat berdampingan di hari yang yang berbahagia.
“Suatu peristiwa langka 2 hari besar keagamaan terjadi bersamaan, dan terselenggara dgn baik, kondusif, teduh khususnya,” ujar seorang Pendeta yang mewakili umat Kristen di FKUB Tarakan pada Jumat, 14 Mei 2021.
Kepada benuanta.co.id, Pendeta Joko meyakini bahwasanya hal ini membuktikan kita bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai, tdk terganggu satu sama lain, namun bisa menjaga kebersamaan, kekeluargaan dalam perbedaan.
Selain itu, momen hari Lebaran dan peringatan kenaikan Isa Almasih ini terbilang langka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian serupa tercatat pernah terjadi pada tahun 1727 silam dan baru akan terulang lagi pada tahun 2248 atau 200 tahun mendatang.(*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor: M. Yanudin







