TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltara akan menerapkan penggunaan GeNose C19 di Kalimantan Utara, utamanya di area pelabuhan dan Bandara. Sementara ini Dinkes tengah mengupayakan pengadaannya, sembari menunggu alokasi anggarannya.
“Pengadaan alat skrining GeNose ini kita masih menunggu alokasi anggaran ke Dinkes. Sebenarnya sudah di ACC,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman kepada benuanta.co.id, Kamis 22 April 2021.
Dia menuturkan, jika anggaran sudah masuk ke Dinkes Kaltara, maka pihaknya akan segera memesan alatnya. Jumlah yang akan dibeli sebanyak 6 unit GeNose C-19, nantinya digunakan meningkatkan tes skrining untuk mendeteksi Covid-19 terhadap masyarakat.
“Kita akan memesan 6 unit GeNose C-19 dengan bahan habis pakai (BHP) sebanyak 8.500 kantong tiup,” sebutnya.
Usman merincikan, untuk 1 unit GeNose itu harganya Rp 70 juta, sehingga total anggaran yang akan digunakan membeli alat skrining itu sebesar Rp 420 juta.
“Kalau alat GeNose C19 nya tersedia maka proses pengadaannya saya kira tidak akan lama. Peruntukannya itu akan dipasang di pintu-pintu masuk kedatangan orang seperti bandara dan pelabuhan,”
Tak hanya untuk Provinsi Kaltara saja, dari 6 unit yang akan dipesan ini 5 alat GeNose lainnya itu akan diberikan ke Kabupaten Bulungan, Nunukan, Tana Tidung, Malinau dan Kota Tarakan. “Untuk petugasnya kita akan siapkan dan memberikan pelatihan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







