oleh

Jembatan Jelarai Masih Ditutup, Peningkatan Jalan Buluh Perindu Molor

TANJUNG SELOR – Tahun ini Pemerintah Kabupaten Bulungan akan melakukan peningkatan jalan di Buluh Perindu. Hal itu setelah dilakukan lelang dan telah selesai pada Februari 2021 lalu, dengan nilai pekerjaan Rp 1.080.000.000 bersumber dari APBD 2021.

Hanya saja mobilitas di jalan itu sangat tinggi karena menjadi jalur pengalihan satu-satunya setelah Jembatan Jelarai dilakukan perbaikan. Sehingga belum dilakukan pengerjaan oleh kontraktor terpilih dari Kota Tarakan bernama Borneo Perkasa.

“Mudah-mudahan saya berharap pengerjaan jalan itu dilakukan saat pengerjaan Jembatan Jelarai telah diselesaikan. Konsekuensi itu saat menutup Jalan Jelarai maka otomatis satu-satunya jalan pengalihan dari luar dan masuk Tanjung Selor hanya di situ (Jalan Buluh Perindu),” ungkap Bupati Bulungan, Syarwani kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Melompat Hindari Api, Nur Khosim Dirujuk ke RSUD Tarakan

Saat banyak keluhan dan protes yang masuk ke pemerintah, karena adanya keterlambatan pengerjaan. Bupati mengatakan, jika dipikirkan secara nalar, saat dilakukan pengerjaan sementara mobilitas tinggi, maka akan menghambat pekerjaan di lapangan, bahkan bisa menimbulkan masalah baru.

“Logika saja, memang betul secara kontrak katakanlah berlaku setahun. Kalaupun hari ini belum ada action di lapangan tentu ada pertimbangan teknis juga,” ucapnya.

“Kita bisa bayangkan tingkat mobilitas masyarakat di sana, tingkat kepadatan lalu lintas di sana. Andaikata alat berat diturunkan ke sana, misalnya Bomag, Gleder, ekskavator di poros simpanan Jalan Trans Kaltara menuju Jembatan Gunung Seriang, mungkin rawan terjadi kecelakaan di situ. Itu juga kita pikir. Terus jika terjadi kecelakaan siapa yang harus disalahkan, siapa yang harus dikonfirmasi teman-teman media,” sambungnya.

Baca Juga :  BNK Bulungan Giat Lakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba di Sekolah

Syarwani mengaku telah menyampaikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulungan, agar terus dipantau. Dirinya mengatakan tidak akan ada pembiaran, pasalnya juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat saat hujan jalan akan licin, dan saat cuaca terik maka jalan berdebu.

“Bukan karena saya mempertahankan dan menyebabkan berlama-lamanya masyarakat menikmati debu atau becek, itu tidak. Tapi ada pandangan lain terkait akses keselamatan. Saat Jembatan Jelarai selesai diperbaiki otomatis pengerjaan Jalan Buluh Perindu segera menyusul,” jelasnya.

Baca Juga :  Masuk Dalam Cincin Api 3, Kaltara Miliki Potensi Gempa, Berikut Sejarah Gempa di Kalimantan

Karena anggarannya kecil, maka peningkatan berupa lapisan aspal tidak akan panjang. Mantan anggota DPRD Kaltara ini menuturkan, pengerjaan peningkatan itu hanya bisa dilakukan dari simpangan Trans Kaltara menuju Jembatan Gunung Seriang.

“Sementara dari Jembatan Gunung Seriang menuju ke simpangan Buluh Perindu dan Jembatan Meranti itu belum, karena anggarannya hanya Rp 1 miliar lebih,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed