Pemkot Tarakan Bangun Gedung Pertemuan Kristiani dan Kantor MUI

TARAKAN – Sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu misi dari program pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Pembangunan manusia yang bermoral dan beraklak menjadi salah satu fokus Pemkot dalam melakukan pembangunan di bidang tersebut.

Sebagai wujud komitmen tersebut, secara bertahap pembangunan fasilitas dibangun untuk pelaksanaan kegiatan yang berkenaan dengan keagamaan di Kota Tarakan. Berlokasi di Kelurahan Karang Harapan RT 8, Sabtu 10 April 2021 telah dilakukan groundbreaking pembangunan Gedung Pertemuan Kristiani. Dengan menggunakan APBD Kota Tarakan, gedung tersebut dibangun dengan pengerjaan multiyears hingga Tahun 2022 mendatang. Diharapkan gedung ini nantinya mampu mengakomodir aktivitas umat kristiani dan katolik.

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

Usai kegiatan tersebut, Walikota Tarakan beserta jajaran Forkopimda, FKUB, unsur Perangkat Daerah dan rombongan lainnya melakukan peresmian Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan yang pembangunannya telah selesai di kawasan Jalan Rusunawa Kelurahan Pamusian. Kantor tersebut telah siap difungsikan untuk kegiatan operasional MUI Kota Tarakan dan kegiatan terkait kegiatan keislaman lainnya.

“Ini merupakan mimpi pemerintah Kota untuk membangun fasilitas yang dapat mendukung aktifitas keagamaan di Tarakan,” ujar Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes saat membuka dialog antar umat beragama yang digelar usai kegiatan peletakan batu pertama dan peresmian

Baca Juga :  Jejak Sejarah Kelenteng Tertua di Tarakan, Dirawat Secara Gotong Royong

“Kehidupan toleransi antar umat beragama penting ditanamkan mulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga,” tegas Walikota.

Dalam dialog bersama Forkopimda yang dihadiri berbagai elemen keagamaan Kota Tarakan tersebut, orang nomor satu di Tarakan ini menitikberatkan pentingnya kerukunan antar umat beragama di Kota Tarakan. Sebab, kerukunan tersebut sangat penting terjaga ditengah kemajemukan masyarakat Tarakan baik itu agama maupun suku. Terlebih sebagai pemimpin harus dapat memberikan contoh baik agar kerukunan ini dapat diterapkan terhadap kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat dapat mengikutinya.

Tak lupa Walikota juga mengapresiasi atas peran semua pihak yang telah turut menjaga dan menumbuhkembangkan harmonisasi kehidupan beragama di Tarakan. Sejalan dengan citra Kalimantan Utara yang mendapat predikat kategori kehidupan paling rukun secara nasional. Hal tersebut juga sebagai pertanda bahwa di Kota Tarakan kehidupan antar umat beragama juga terjaga dengan sangat baik.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

Namun dalam perjalanannya, kerukunan yang harmonis ini bisa saja mendapat ancaman. Radikalisme dan terorisme menjadi ancaman bagi kerukunan di tengah masyarakat. Untuk itu, ia menghimbau jika ada sesuatu persoalan mari kita diskusikan bersama.

“Jangan mencari perbedaan, tapi carilah titik-titik persamaan,” tutupnya.

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *