MALINAU – Tepat di hari ke-54 menjabat sebagai Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Malinau untuk kali pertama.
Saat pertama kali menginjakan kaki di Tanah Intimung sebagai gubernur, Zainal Arifin Paliwang langsung disambut dengan ritual air penyejuk adat khas suku Tidung Malinau.

Menurut sesepuh Adat Tidung yang memimpin ritual, H. Basri, ritual penyambutan ini sudah menjadi salah satu ciri khas dari masyarakat adat Malinau, khususnya suku tidung dalam menyambut pejabat negara ataupun tokoh penting lainnya. “Ini sudah merupalan ciri khas kita dalam menyambut tamu penting di Malinau,” kata Basrin.
Bukan tanpa alasan ini dilakukan, menurut Basri, ritual itu merupakan doa kepada sang pencipta agar rahmat yang diberikan kepada gubernur bisa berefek positif bagi masyarakat Malinau.
“Kita berdoa kepada sang pencipta alam yakni Tuhan Yang Maha Esa, untuk melindungi dan selalu memuliakan pemimpin kita, yaitu bapak gubernur,“ ujarnya.

“Kita ingin rahmat, rezeki dan kemuliaan yang telah dilimpahkan ke gubernur bisa menghasilkan dampak yang baik di Malinau. Seperti dalam membangun Malinau dan meningkatkan ekonomi masyarakat kita,” imbuhnya.
Basri juga menjelaskan, prosesi ritual dilakukan dalam beberapa tahap. Seperti melempar beras kuning, berdoa dan menyiram percikan air kepada tamu.
“Semua itu mengandung makna, agar orang yang mengikuti ritual ini selalu bersih saat masuk ataupun keluar dari Malinau dan selalu dilindungi Tuhan,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: M. Yanudin







