TARAKAN – Pertamina EP Tarakan Field masih melakukan penanganan natural flow sumur PAM 235 yang mengalami kebocoran sekitar pukul 13.00 wita di Kawasan Kampung Satu, Tarakan pada Ahad (4/4).
“Benar bahwa ada flowing atau aliran cairan dari sumur PAM 235, dan kami segera tugaskan Tim tanggap darurat Field Tarakan melaksanakan prosedur penanganan seketika itu juga. Di antaranya melokalisasi area agar non-essential person tidak mendekati area sumur. Adapun untuk penyebab kejadian sedang diinvestigasi,” ujar General Manager Zona 10, Krisna pada Senin, 5 April 2021.
Krisna juga menambahkan tim telah melakukan prosedur gas test di sekitar area sumur untuk memastikan tidak adanya risiko keselamatan, dengan hasil ambang batas 0 persen atau aman dari gas berbahaya dan beracun.
“Selanjutnya, tim tanggap darurat terus melakukan upaya menghentikan flow sumur dengan memompa lumpur pengeboran ke dalam sumur. Berkat prosedur penanganan yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat, tekanan sumur sudah dapat dikendalikan,” tambah Krisna.
Tim tanggap darurat juga menyiagakan fire brigade dan fire truck di lokasi. Di samping itu, tim medis juga diturunkan di lokasi sumur untuk mendukung proses penanganan sumur. Tidak ada korban jiwa di dalam kejadian ini.
Sumur PAM-235 merupakan bagian dari sumur aktif Field Tarakan yang menghasilkan produksi sebesar 7 barel minyak per hari (bph). Tarakan merupakan salah satu lapangan yang dikelola PHI dan termasuk ke dalam Zona 10. Berdasarkan data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas pada 4 April 2021 year-to-date, produksi minyak berada di angka 1.861 bph. Sedangkan produksi gas berkisar di angka 2,14 juta standar kaki kubik per hari. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra







