Ayahanda Tutup Usia, Ini Pesan yang Selalu Dikenang Walikota Tarakan

TARAKAN – Kabar duka datang dari kediaman Walikota Tarakan. Ayahanda Walikota Tarakan dr. H. Khairul M.Kes, yakni H. Abdul Latif Bin Beddu tutup usia di umur 84 tahun pada Rabu 30 September 2020 pagi ini di Rumah Sakit Andi Makkasau, Kota Parepare.

Mendapat kabar duka itu, dr. Khairul pun menceritakan sosok ayah yang dikenalnya sangat hangat kepada keluarga maupun orang lain. “Orangnya tidak pernah marah begitu ya, orangnya memang easy boy lah, tidak terlalu memusingkan apa pun,” ujar Walikota Tarakan, dr. H. Khairul kepada benuanta.co.id, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Orang nomor satu di Tarakan ini menyebut, jauh sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ayah memang lebih sering berada di Balikpapan dan menetap di rumah anak perempuannya yakni Susanti, adik kandung dari dr. Khairul. Namun beberapa waktu lalu tiba-tiba memutuskan untuk pulang ke Parepare.

“Tidak tahu mungkin sudah ada firasat kali ya, dia (ayahanda) bilang mau kembali dulu ke Parepare. Karena memang saudara-saudaranya semua di sana kan,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Sekira pukul 02.00 Wita dini hari, ia mendapat informasi bahwa ayahnya dilarikan ke Rumah Sakit, dan pukul 7.45 Wita dikabarkan telah meninggal dunia.

“Memang sering masuk rumah sakit, termasuk di Balikpapan atau di Tarakan, tetapi waktu itu sehat kembali. Memang beliau itu ada riwayat kencing manis, ada hipertensi dan di cekada (penyakit) jantung juga,” terangnya.

Walikota juga mengenang beberapa pesan yang disampaikan kedua orang tuanya untuk mengingatkan agar bisa bersabar dan selalu bekerja keras dalam mengarungi kehidupan. Sebab sejak kecil kehidupan keluarga memang diakui dr. Khairul memiliki ekonomi yang sulit.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

“Karena kami ini kan bukan orang mampu, tapi orang susah, jadi beliau itu cuma selalu berpesan bahwa kalau mau sekolah, mau apa, beginilah kondisinya (orang tua) tidak bisa memberi sesuatu yang lebih,” tukasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *