Oknum ASN Pemprov Dilaporkan Tidak Netral, Kasusnya Diteruskan ke KASN

NUNUKAN – Dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, aparatur sipil negara (ASN) dijaga kenetralannya. Sebab netralitas ASN menjadi salah satu kunci keberhasilan pilkada. Selain itu, netralitas ASN dibutuhkan untuk menghindari terjadinya aksi anarki, konflik, dan sebagainya.

Saat ini Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nunukan menerima laporan atas dugaan tidak netralitas salah seorang oknum ASN yang bertugas di Provinsi Kalimantan Utara. Hal itu dibenarkan Ketua Bawaslu Nunukan, Mochamad Yusran.

Baca Juga :  Deteksi Dini Gangguan Trantib, Satpol PP Nunukan Susun Peta Rawan Berbasis Data

“Iya betul, ada laporan dari warga masyarakat, salah satu ASN yang bekerja Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara diduga melakukan pelanggaran netralitas ASN,” kata Yusran kepada benuanta.co.id, Kamis (10/9/2020).

Karena belum masuk tahapan kampanye dan penetapan Paslon, maka hal itu belum menjadi kewenangan Bawaslu dalam menangani netralitas ASN. Tetapi dengan laporan itu, Bawaslu tetap menerima dan dilakukan registrasi perkara.

Baca Juga :  Konflik Antara Guru dan Kepala Sekolah SD 001 Sebatik Jadi Perhatian Publik, DPRD Nunukan Turun Tangan 

“Kita juga sudah meminta keterangan kepada pelapor dan saksinya untuk melengkapi keterangan pelapor. Pada hari Rabu (9/9/2020) kita sudah teruskan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk ditindaklanjuti, apakah yang bersangkutan terbukti dengan dugaan pelanggan netralitas ASN, untuk sangsinya menjadi kewenangan KASN,” jelasnya.

Lanjut Yusran, yang bersangkutan tidak melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pilkada 2020 di Masa Pandemi Covid-19.(*)

Baca Juga :  Sempat Tertunda Akibat Cuaca Ekstrem, Pekerjaan Jalan di Krayan Timur Kembali Berlanjut

 

Reporter: Darmawan

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *