TARAKAN – Peresmian Pelayanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan Program Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS di Gedung Puskesmas Karang Rejo. Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan, pelayanan ini diharapkan bisa mempermudah masyarakat yang selama ini berfokus di rumah sakit, dan memecah penumpukan orang saat berobat.
“Kita ini sekarang menghadapi Triple Burden untuk penyakit menular saja kita menghadapi HIV, ada Covid-19, dan ada Polio juga yang dari Sabah ini, tentu harus lebih kerja keras lagi lah teman-teman ini dan kita semua. Dan semua upaya yang kita lakukan di Puskesmas Karang Rejo ini adalah untuk mempermudah masyarakat yang selama ini fokusnya ke rumah sakit. Sementara untuk kontrol-kontrol saja bisa kesini, mengurangi dan memecah pelayanan ini supaya tidak hanya disatu tempat saja. “ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Selasa (25/8/2020).
Selain itu, orang nomor satu di Tarakan ini berharap, kedepannya layanan tersebut juga bisa dibuka di Puskesmas lainnya dengan menyediakan ruangan konsultasi sendiri serta menjalankan sistem pemeriksaan dan pengobatan secara cepat
“Supaya lebih banyak cakupan untuk pemberian obat, kan cuma datang kesini ambil obat kontrol periksa ambil obat setelah itu pulang jadi tidak dirawat (inap) juga. Kecuali nanti ada penyakit penyerta dan penyakit baru akan di rumah sakit, seperti itu,” harapnya.
Berdasarkan data kumulatif dari pihak Puskesmas Karang Rejo setidaknya ada terdapat sekitar 500 lebih kasus yang mengidap penyakit HIV/AIDS di tahun 2020 ini. Melihat kasus tersebut layaknya fenomena gunung es, dr Khairul juga optimis sekaligus mengapresiasi pelayanan tersebut.
“500 kasus itu yang ketemu, yang dibawah ini lagi kan masih banyak lagi. Tetapi, layanan milik Puskesmas Karang Rejo ini merupakan inovasi yang patut di apresiasi karena dapat membantu masyarakat agar lebih dekat melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus ke rumah sakit,” tandasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







