NUNUKAN – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nunukan terus bertambah. Kabar terbaru, ada 3 orang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, S.IP menyampaikan, Selasa (11/8/2020) tim gugus mendapatkan hasil pemeriksaan PCR dari BBLK Surabaya.
Dari 32 orang dengan kontak erat pasien Covid-19 nomor 46 dan nomor 47, didapatkan dua orang positif. Yakni pasien nomor 49 jenis kelamin perempuan (35) yang merupakan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Nunukan yang kontak erat dengan pasien 47. Lalu pasien nomor 50, jenis kelamin laki-laki merupakan kontak erat dari pasien nomor 46 juga nakes.
“Dengan pertemuan ini ada dua orang Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Nunukan,” kata Hasan Basri, kepada benuanta.co.id, Rabu (12/8/2020).
Sedangkan pasien nomor 48 jenis kelamin laki-laki warga Nunukan, ini pernah terdaftar pasien positif Covid-19 di Surabaya Juni dan Juli 2020. Saat itu telah dinyatakan sembuh dengan pemeriksaan follow up berturut-turut swabnya di Surabaya.
Lalu kembali ke Nunukan tanggal 18 Juli, setelah beberapa bulan di Nunukan, ia ingin berpergian ke luar Nunukan dan dilakukan rapid test di RSUD Nunukan, sebagai syarat pelaku perjalanan. Namun pada saat itu hasilnya reaktif, sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab secara mandiri pada 8 Agustus di RSUD Nunukan.
Saat tes swab dikirim pada 10 Agustus secara mandiri ke RSUD Tarakan, hari itu juga mendapat hasil positif Covid-19. “Jadi pasien nomor 48 ini masuk kategori pasien impot, yang mana sebelumnya pernah dinyatakan positif lalu sembuh di Surabaya,” jelasnya.
Dengan penambahan 1 orang pasien konfirmasi pada Selasa pagi dan 2 orang pasien konfirmasi positif pada Selasa malam (11 Agustus 2020), saat ini jumlah komulatif pasien konfirmasi yang ada di Kabupaten Nunukan tercatat ada 50 orang.
Pelayanan Poliklinik di RSUD Nunukan akan ditutup sementara sampai dengan semua kontak erat terutama Nakes di RSUD Nunukan diambil spesimen atau sampel swab-nya dan akan dilakukan pemeriksaan PCR secepatnya.
“Akan kita buka kembali semua pelayanan Poliklinik setelah semua kontak erat dinyatakan sembuh. Namun pelayanan kegawatdaruratan dan perawatan tetap dilaksanakan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Keperawatan,” tutur Hasan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin







