TANJUNG SELOR – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara merilis untuk kasus OTG, ODP, PDP dan konfirmasi positif masih banyak yang ditangani. Untuk OTG yang dipantau sebanyak 441 orang, ODP sebanyak 360 orang dan PDP ada 9 orang. Dengan jumlah PDP yang meninggal dunia sebanyak 15 orang dan kasus positif yang meninggal dunia 2 orang.
“Tidak ada tambahan kasus positif, jumlahnya masih tetap 170 orang. Hingga saat ini yang masih dirawat sebanyak 36 orang,” ungkap Jubir Covid-19 Provinsi Kaltara, Agust Suwandy kepada benuanta.co.id, Rabu 10 Juni 2020.
Dia mengatakan, untuk kasus positif yang mengalami kesembuhan hari ini ada 3 orang. Yakni berasal dari Kabupaten Bulungan, DS usia 20 tahun jenis kelamin laki-laki merupakan pasien dengan riwayat perjalanan dari Jakarta, lalu BHD usia 45 tahun jenis kelamin laki-laki dari cluster jemaah tablig Gowa. Kemudian NBY usia 41 tahun jenis kelamin perempuan dan kontak erat dengan JT.
“Dengan tambahan 3 orang, maka totalnya yang sudah sembuh mencapai 133 orang. Dengan sebaran 34 orang di Tarakan, 26 orang di Malinau, 34 orang di Nunukan, KTT ada 2 orang dan Bulungan ada 37 orang,” sebutnya.
Agust mengatakan, untuk presentase kesembuhan di berbagai daerah terlihat meningkat. Persentase kesembuhan di Bulungan mencapai 95 persen, Tarakan mencapai 72 persen, Nunukan sudah 79 persen, Malinau sudah 79 persen dan Tana Tidung 33 persen. “Untuk total kesembuhan di Provinsi Kaltara mencapai 79,2 persen,” ucapnya.
Kata dia, saat ini Kaltara akan memasuki era New Normal, yang merupakan suatu tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan,” tuturnya.
Kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik bagi siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini.
“Bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







