SELAIN SALURKAN SEMBAKO, PMI TARAKAN JUGA BERIKAN VITAMIN DAN CEK KESEHATAN
TARAKAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan terus membagikan bantuan sembako kepada masyarakat, melalui program Dompet Peduli Kemanusiaan yang pagi tadi didistribusikan di 2 lokasi berbeda, yakni di Gunung Daeng, Kelurahan Selumit serta di Kelurahan Karang Anyar.
Ketua PMI Tarakan, Dr. Yunus Abbas, M.Si menyampaikan, kegiatan ini merupakan lanjutan program yang sebelumnya telah berjalan sebelum HARI RAYA IDULFITRI lalu. Dengan donasi yang bersumber dari masyarakat, untuk disalurkan lagi ke masyarakat yang dinilai layak mendapatkan bantuan.
“Melalui tim yang langsung diturunkan untuk melihat kondisi masyarakat yang ada di bawah. Hingga hari ini, penyampaian diserahkan ke berapa titik di Karang Anyar lalu di Selumit, khususnya di daerah Gunung Daeng ini,” ujar DR Yunus Abbas, M.Si kepada benuanta.co.id, Ahad (7/6/2020).

BACA JUGA : Kondisinya Memprihatinkan, Warga Karang Anyar Ini Ngaku Belum Dapat Bantuan
Di samping penyerahan bantuan, Akademisi Universitas Borneo Tarakan (UBT) ini juga menuturkan, program ini juga melakukan tes kesehatan yang diperiksa langsung oleh Kepala Unit Donor Darah PMI Tarakan, dr. Edi Samudro, sekaligus memberikan vitamin yang mana kedua pelayanan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat.
“Untuk memastikan mereka mengambil itu (bantuan). Pertama kondisi mereka sehat dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Kedua diperiksa tensinya, kita periksa juga gula darah dan asam urat, dan boleh melakukan konsultasi dengan dokter,” tuturnya.
Kedepanya, program tes kesehatan yang akan terus dilakukan di berbagai tempat. Ia mengimbau, agar para donatur juga dapat memberikan donasi obat yang akan diberikan kepada masyarakat. “Masyarakat kan banyak juga membutuhkan itu (obat), di samping memberikan donasi sembako, juga donasi obat-obatan,” imbaunya.
Secara bersamaan, Ketua Dompet Peduli Kemanusiaan PMI Kota Tarakan, Agustan, SH, MH menjelaskan, program ini telah menyiapkan setidaknya 1.070 paket sembako dan telah terdistribusi sekitar 725 paket, termasuk 26 paket yang diberikan hari ini. Kemudian sebagian donatur juga ada yang memberikan uang, atau paket sembako langsung yang dipercayakan kepada PMI untuk disalurkan ke masyarakat.
“Tapi dihitung paketnya itu Rp 120 ribu per satu paket. Jadi kalau dinominalkan sumbangan donatur itu Rp 120 ribu, itu dapatnya 1 paket sembako ini yang akan kita bagikan,” jelasnya.
Sedangkan upaya agar bantuan ini tepat sasaran ke warga yang sangat membutuhkan, ia menerangkan bahwa verifikasi juga dilakukan dari 30 relawan PMI yang bertugas secara faktual di lapangan. Termasuk empat warga RT 28 Karang Anyar, yang diberikan bantuan pagi tadi.
“Penerimanya kita cross check yang betul-betul membutuhkan. Contohnya yang kemarin diberitakan di Benuanta itu, bahwa ada di Karang Anyar yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali, kami cek dan kami percayakan pada apa yang dituliskan wartawan itu sehingga kami turun untuk melihat,” terangnya.
“Ternyata memang layak untuk diberikan, itulah bentuk kepedulian kami. Selebihnya itu jika ada data masuk, datanya itu dimasukan dulu di PMI kemudian kita verifikasi, dan turunlah tim relawan kami untuk melihat kondisi,” sambungnya.
Mengenai apakah prorgam kemanusiaan yang diharapkan warga ini bakal terhenti ketika era new normal atau pandemi Covid-19 kian melandai hingga di titik nadir, Ia menegaskan, selama donasi dari masyarakat terus berjalan, tentu PMI juga akan terus melakukan distribusi.
“Tidak hanya berhenti di Covid ini, selama ada donasi dari masyarakat. Karena ini dari masyarakat, untuk masyarakat. Kalau selama itu masih ada donasi, maka kami lakukan penyerahan bantuan itu. Jadi akan terus berjalan, karena ini memang peruntukan bagi masyarakat yang kurang mampu, bukan hanya berdampak pada pandemi ini,” tegasnya.







