Masyarakat Tolak Pengambilan Swab, Padahal Rapid Reaktif

NUNUKAN – Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan telah mengambil tes swab pertama sebanyak 18 orang, yakni 2 orang follow up dan 16 orang merupakan diagnosa, pada Sabtu (6/6) kemarin.

Juru bicara tim gugus percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Nunukan Aris Suyono, dari ke 18 orang sampel test swab, yang diambil merupakan hasil surveilans aktif sebanyak 11 orang, 2 orang follow up pengobatan dan 5 orang pelaku perjalanan yang sering melakukan Rapid test di RSUD Nunukan dan dinyatakan  reaktif sehingga dilaksanakan pengambilan Swab.

Baca Juga :  Polres Nunukan Gelar Operasi Keselamatan Kayan Selama 14 Hari ke Depan

“Kita juga melakukan pengambilan swab di puskemas Long Bawan juga telah selesai dilaksanakan dalam dua hari, saat ini sudah ada 37 orang yang diambil swabnya dari target sasaran 52 orang, sisanya akan di lanjut oleh tim puskesmas Long Bawan,” kata Aris Susanto, Ahad (7/6/2020).

Aris Susanto, juga katakan dalam pengambilan swab di wilayah Krayan itu juga memang banyak kendala di lapangan ketika pelaksanaan pengambilan swab. Dengan kondisi geografis, jarak rumah orang tanpa gejala (OTG) dengan puskemas yang begitu jauh, dan terkendala dengan sarana komunikasi.

Baca Juga :  400 Anak PMI dari 13 CLC Ikuti January Sport and Arts 2026 di Tawau

Selain itu, Aris Suyono menjelaskan, bahwa ada penolakan dari masyarakat untuk pelaksanaan pemeriksaan swab. Padahal dari hasil Rapid Testnya reaktif sehingga harus melaksanakan Swab. “Ada juga yang menolak dilakukan test,” jelasnya.

Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Nunukan, menghimbau  kepada seluruh masyarakat bahwa dalam pengendalian pencegahan Covid-19 sama dengan program pencegahan dengan penyakit menular pada umumnya, yang diharuskan menemukan secara dini pada penderita dangan tujuan mencegah penularan di masyarakat. Kegiatan  tersumbat dialkukan dengan cara surveilans aktif, kegiatan screening, terasing dan dilanjutkan dengan kegiatan testing.

Baca Juga :  Damkar Nunukan Jinakkan Karhutla di Lumbis

“Ketika nantinya kita nyatakan konfirmasi positif maka akan kita lanjutkan dengan terapi pengobatan dan juga yang penting adalah kegiatan isolasi atau karantina, tentu dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di masyarakat. Sehingga kita berharap kepada masyarakat ikut proaktif untuk mengikuti saran dan arahan dari tim medis di lapangan,” tutupnya.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Masyarakat sudah kesulitan mencari nafkah ditambah lagi dengan adanya pengambilan sampel tes Rafid covid19 yang harus dibayar begitu mahal dimanakah kewenangan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat nya.