Ruang Karantina SMPN 1 Malinau Kota Akan Manjakan Pasien

MALINAU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM menjelaskan, selama ini ruangan yang sudah disiapkan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) sebanyak 24 kamar dan telah diisi pasien semua.

“Sampai saat ini kondisi Bandiklat sudah penuh, itu artinya sudah terisi semua dengan orang-orang yang teridentifikasi OTG (Orang Tanpa Gejala). Jika kita lihat belakangan ini, pasien OTG makin meningkat walaupun melambat,” ujar Sekda Ernes saat meninjau gedung SMPN 1 Malinau Kota, Senin (11/05/2020).

“Sesuai dengan instruksi bupati, kami coba melihat di beberapa tempat yang mungkin bisa dijadikan tempat karantina,” sambungnya.

Berdasarkan pantauan survei, yang masuk dalam jangkauan ialah gedung baru SMPN 1 Malinau Kota. Ini dipilih karena bisa dijangkau semua akses seperti tenaga kesehatan mudah kesini dan yang terpenting sarana prasarana sudah lengkap dengan adanya aliran listrik, WC dan ruang ber-AC.

“Kita hanya tinggal menambah tempat tidur. Yang sudah ada sekitar 10 buah dari rumah sakit, kemudian 4 buah dari Bandiklat dan sisanya kita ambil tempat tidur baru,” katanya.

Sampai saat ini, terhitung ada 44 tempat tidur. Mungkin nanti bisa bertambah menyesuaikan dengan ruangan yang digunakan. “Perlu disampaikan, untuk ruang yang digunakan ini Blok A lantai 1 dan 2. Nanti di sini juga akan ada perawat yang menjaga. Kita juga sudah mempersiapkan ruang kepala sekolah dan guru jika memang nanti kita gunakan,” terang Sekda Ernes.

Berkaitan dengan fasilitas, pemerintah sudah mempersiapkan kursi, AC, dispenser, televisi dan akan disiapkan juga wifi untuk memudahkan para pasien berkomunikasi dengan keluarga. Demikian juga dengan kelengkapan makan dan minum akan disediakan, termasuk kebutuhan peralatan mandi seperti sabun dan pasta gigi.

“Jadi nanti akan kita buat senyaman mungkin, seperti yang disampaikan oleh Bapak Bupati bahwa pasien masuk dalam keadaan susah, tapi ketika mereka keluar harus dalam keadaan bahagia,” ujarnya.

Selasa lalu bersama dengan Satpol PP dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, akan membuat pembatas ruang gerak mereka, agar mereka juga bisa melakukan aktivitas selama menjalani masa karantina.

“Sesuai dengan arahan bupati secepatnya dalam pekan ini sudah bisa digunakan. Makanya dalam satu minggu ini coba kita kejar agar paling tidak fasilitas di lantai 2 sudah siap. Disini juga sudah dipasang CCTV agar pasien tetap terawasi. Kalau memang sudah siap nanti segera kita laporkan ke Bupati untuk dilakukan pergeseran beberapa pasien,” tuturnya.(*)

 

*Artikel ini telah tayang di fanpage Prokompim Malinau

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *