WARGA NGAKU TIDAK ADA SOSIALISASI LEBIH DULU, GUGUS TUGAS SEBUT SUDAH SEJAK FEBRUARI
NUNUKAN – Setelah Puskesmas Binusan difungsikan dengan menempatkan 15 orang pertama pasien terkonfirmasi positif covid-19, pindahan dari RSUD Nunukan, warga sempat melakukan aksi demo penolakan.
Melalui Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono menjelaskan, pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi sejak Februari. Kala itu dari perwakilan masyarakat yang hadir sudah tidak ada masalah dan menyepakati Puskemas Binusan sebagai ruang pemulihan untuk pasien dalam kondisi membaik.
“Dan tadi ada sedikit mis komonikasi dengan beberapa warga. Dan kita juga akan secara aktif melaksanakan sosialisasi ke wilayah Desa Binusan,” kata Aris Suyono, Sabtu (9/5/2020).
Saat dikonfirmasi, salah seorang warga Desa Binusan, Apriani menyebut, sejauh ini tidak ada sosialisasi kepada masyarakat terkait penempatan pasien positif di Puskesmas Binusan. Sehingga masyarakat melakukan unjuk rasa penolakan terhadap pemindahan tersebut.
“Jika lebih awal dilakukan sosialisasi mungkin masyarakat bisa memahami, bisa juga menerima. Tapi sementara ini belum ada sosialisasi tentang Covid-19, sehingga sebagian warga pasti takut,” bebernya.
Seharusnya sebelum sebelum dipindahkan Ketua RT atau pemerintah Desa bermusyawarah dengan masyarakat, mungkin kejadian seperti itu tidak terjadi.
Aprian juga berharap kepada tim medis agar menjelaskan kepada masyarakat tentang apa itu Covid-19, bagaimana cara menularan virus tersebut, dan lainnya. “Semua itu harus dijelaskan ke masyarakat agar masyarakat juga bisa mengerti dan bisa lebih waspada juga,” sarannya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







