NUNUKAN – Pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Nunukan, pada (8/4/2020) malam. Sebelum meninggal pada pukul 23.00 Wita, pasien mengalami sesak napas.
Sebelumnya pasien PDP ini masuk IGD RSUD Nunukan pada tanggal 30 Maret 2020 sekitar pukul 17.46 Wita. Dia memiliki riwayat penyakit kulit atau Eritroderma. Pasien PDP ini juga sudah pernah dirawat di RSUD Tarakan selama dua pekan.
Baca Juga: Satu Orang Status PDP Meninggal Dunia di Nunukan
“Ketika datang di RSUD Nunukan sempat dirawat oleh dokter spesialis kulit karena mengalami penyakit eritroderma, yang saat itu dirawat di Ruangan Cempaka. Namun di Konsultasikan ke penyakit dalam karena adanya sesak napas. Akhirnya menjalani pemeriksaan toraks dan hasil ada pneumonia bilateral dan akhirnya dikonsultasikan ke spesialis penyakit paru-paru,” kata Juru bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid – 19 Nunukan, Aris Suyono, kamis (9/4/2020).
Selain itu, almarhum juga menjalankan pemeriksaan tes cepat molekuler untuk mendeteksi adanya tuberkulosis. Namun hasilnya tidak ada gambar penyakit TBC. Atas pertimbangan hasil toraks dengan pneumonia bilateral, pasien PDP dipindahkan ke ruang isolasi RSUD Nunukan pada tanggal 4 Maret 2020, dengan seratus PDP (pasien dalam pengawasan).
“Pada tanggal 4 April 2020, diambil swab untuk pemeriksaan dan pada tanggal 5 pengambilan swab yang kedua. 6 April itu baru dibawa ke Tarakan untuk dikirim pada tanggal 7 ke laboratorium Surabaya,” Jelasnya.
Lanjut dia, tanggal 5 seharusnya tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara yang sebenarnya harus sudah ke Tarakan, namun pada saat itu ketinggalan speedboat dan akhirnya baru bisa dikirim pada tanggal 6 April di Tarakan dan pada 7 April baru dilaksanakan pengiriman ke Surabaya. “Hingga saat ini hasilnya belum ada keluar, apakah negatif atau positif Covid-19,” ujarnya.
“Rabu tadi malam kondisi pasien PDP semakin buruk, sesak napas yang mengakibatkan gagal napas dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 23.00 Wita, di ruang isolasi RSUD Nunukan,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. yanudin







