Pemkot Ajak Pemuda Bangun Kreativitas dalam Program TPS 3R Tarakan

TARAKAN – Di Kota Tarakan jumlah sampah yang terbuang dapat mencapai 13 ton per hari. Untuk menekan jumlah tersebut, Pemerintah Kota Tarakan membentuk program 3R, di mana sampah-sampah akan diolah atau digunakan kembali nantinya di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R. Namun, untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari seluruh masyarakat Tarakan, khususnya dari kalangan pemuda pemudi.

Wakil Walikota Tarakan, Effendhi Djuprianto mengungkapkan, saat ini pemerintah kota sangat membutuhkan support dari para generasi muda Kota Tarakan untuk mengurangi sampah yang ada melalui program 3R (Reuse-Reduce-Recycle). Karena program tersebut memang membutuhkan kreatifitas yang tinggi, yang biasanya dimiliki oleh para pemuda untuk mengola sampah-sampah agar dapat menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

“Kalau program itu benar-benar jalan, maka bisa-bisa sampah itu tidak ada lagi. Karena sampah organik dan non-organik akan dikumpulkan sendiri dan pengolahan sampahnya lah yang membutuhkan kreativitas,” tutur Effendhi.

Di sisi lain, program TPS 3R juga menjadi sebuah lapangan pekerjaan yang baru. Melalui sampah-sampah yang telah dikelola, mereka dapat menghasilkan sebuah produk kreatif yang bisa diperjualbelikan. Sehingga selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang di TPA, juga dapat mengurangi angka pengangguran di Tarakan.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Utara, DPRD Tarakan Kawal Proyek Multiyears Dinas PU

“Contohnya sampah organik bisa dijadikan pupuk atau maggot untuk pakan ikan. Sedangkan yang anorganik itu bisa dijadikan bermacam-macam kerajinan tangan, tergantung dari kreatifitas para pemuda pemudi kita nantinya,” sambungnya.

Effendhi berharap, dengan adanya kontribusi dan kreativitas dari kaum milenial, maka program 3R pasti mampu menghapus masalah sampah yang saat ini bahkan telah menjadi persoalan di kota-kota besar. Termasuk sampah-sampah plastik yang sulit diuraikan oleh tanah banyak ditemukan di mana saja.

“Di Karang Rejo dan Mamburungan Timur plastik diubah jadi BBM. Saya harap dengan adanya partisipasi pemuda kedepannya, pasti apa yang kita hasilkan bisa lebih maju lagi. Ayo pemuda, kita ambil peran, karena Ini juga menjadi tantangan kita bersama agar kehidupan kita bisa lebih sehat dan layak kedepannya,” urainya.

Baca Juga :  Respons Keluhan Penumpang, BI Pastikan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I Tanpa Biaya Tambahan

Kedepan, program ini akan bekerja secara berdampingan dengan program Sampah Semesta. Sehingga Tarakan semakin bersih dari sampah. Kedua program ini juga menekan agar biaya yang dikeluarkan untuk mengolah sampah tidak terlalu tinggi.(*)

 

Reporter : Renaldo Stefan

Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *