Dinkes Prediksi Angka Kasus DBD Tahun Ini Meningkat

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Kesehatan Kota Tarakan mencatat terjadi kenaikan angka kasus Demam Berdarah (DBD) dibandingkan tahun 2021 lalu. Pasalnya, hal ini sudah mulai terlihat diawal tahun 2022 ini.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tarakan, Bahriyah Tul Ulum, S.Si mengatakan jika pada bulan Januari lalu kasus DBD telah mencapai 48 orang.

“Memang ada peningkatan kasus dibandingkan sebelumnya. Trend DBD ini akan terus naik sampai April hingga Mei nanti,” katanya saat dikonfirmasi Benuanta, Rabu (2/2/2022).

Adapun 48 kasus ini saat ini tengah dalam masa perawatan. Dilanjutkannya, DBD biasanya menyerang anak usia sekolah termasuk bayi, sebab usia tersebut merupakan usia rentan yang terserang DBD, tidak seperti orang dewasa.

Baca Juga :  Posko Pengaduan Dibuka, Disperinaker Kawal Hak THR bagi 17 Ribu Pekerja Formal di Tarakan

“Kasusnya banyak, jadi ketika ada kasus bukan serta merta fogging. Itu hanya berbentuk pencegahan sama seperti 3M plus. Tapi jika hasil penyelidikan epidemiologi di lapangan ternyata ada penularan, baru kami lakukan fogging,” jelas perempuan yang akrab disapa Uul itu.

Sedang pemberian bubuk abate akan dimaksimalkan pada Februari ini untuk mencegah kenaikan kasus pada April dan Mei. Uul menilai bahwa di Kota Tarakan belum ada daerah yang terbebas dari DBD sehingga masyarakat harus tetap waspada, terhadap nyamuk.

Baca Juga :  Potensi Hujan Lebat Dominasi Cuaca Tarakan di Penghujung Ramadan

“Potensi nyamuk hidup ditempat air yang bersih. Kebersihan yang utama, dan penanggulangan plusnya itu 3M,” ujarnya.

Dalam hal ini Pemkot Tarakan melalui Dinas Kesehatan akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara optimal, terutama pelaksanaan 3M plus, yang meliputi :

1. Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan lain-lain.
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain.
3. Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Baca Juga :  SPPG Gunung Lingkas 003 Diresmikan, Targetkan 2.500 Penerima Manfaat

Sedangkan plusnya, meliputi :
1. Menaburkan bubuk larvasida atau abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
2. Menggunakan obat nyamuk atau oleskan lotion anti nyamuk pada bagian kulit untuk mencegah gigitan nyamuk.
3. Semprotkan obat pembunuh serangga di sudut-sudut gelap dalam rumah seperti di kolong tempat tidur, sofa, maupun di balik tirai.Kenakan celana panjang dan baju lengan panjang untuk menutupi kulit. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *