benuanta.co.id, NUNUKAN – Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), harga bahan pokok di pasar Kecamatan Sebatik Utara terpantau mengalami kenaikan drastis akibat nilai tukar Ringgit yang semakin mahal.
Situasi tersebut mengakibatkan kurangnya masyarakat yang datang untuk berbelanja langsung ke pasar yang ada di Kecamatan Sebatik Utara.
Maka dari itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan bersama Satuan Petugas Sapu Bersih (Satgas Saber) pelanggaran harga, keamanan dan mutu pangan melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Satgas Saber pelanggaran harga, keamanan dan mutu Pangan tersebut terdiri dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polres Nunukan, UMKM Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Wiwin Indrayanti menyampaikan, timnya melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan di Kecamatan Sebatik Utara.
Menurutnya di pasar didapati sepi pembeli dan harga-harga naik karena tukaran ringgit semakin naik sehingga mempengaruhi harga di daerah perbatasan yang juga ikut naik.
“Harga Gula sampai Rp 17 ribu – Rp 18 ribu per kilo gram, Beras Malaysia Rp. 123 – Rp. 125 ribu per 10 kilo gram,” ungkap Wiwin pada Ahad (08/03/26).
Wiwin menambahkan, selain melakukan kegiatan pemantauan harga dan pasokan pangan, ia juga melakukan kegiatan pengambilan sample mutu pangan di beberapa titik yang ada di pasar Pancang, Sebatik Utara.
“Hasil sampel yang diuji menunjukan negative dan tidak tercemar residu pestisida,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Endah Agustina







