Program MBG Ramadan di Tanjung Selor Tuai Kritik, Begini Jawaban Korwil BGN Bulungan

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di sejumlah sekolah di Tanjung Selor menjadi perhatian publik. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan porsi, mutu makanan, hingga kemasan yang dinilai kurang layak.

Keluhan tersebut ramai dibagikan melalui media sosial. Salah satu warganet mempertanyakan nilai paket makanan yang diterima anaknya.

“Kira-kira ada kah sampai Rp15 ribu,” tulisnya dalam unggahan yang viral.

Akun lain, @Fibtin Datu Bijaksana, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap menu MBG.

“Awal Ramadan anak saya dapat kue bantet, besoknya kacang hangus. Meski ada kurma dan telur, kemasannya pakai plastik gula. Saya saja tidak tertarik makan, apalagi anak-anak,” tulisnya.

Namun, tidak semua orang tua mengeluhkan hal serupa. Akun @Rhanafatriah19 menyebut anaknya menerima paket yang cukup lengkap.

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Batasi Aktivitas Masyarakat Selama Ramadan

“Anak saya dapat tiga kemasan dalam satu plastik, isinya susu, roti, telur, kue basah, kurma, dan pisang. Kadang anak juga tidak bawa pulang karena tidak suka menunya,” tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 006 Tanjung Selor, Yeni Marlina, membenarkan bahwa pada awal Ramadan makanan sempat dibagikan untuk beberapa hari sekaligus.

“Awalnya kami menerima informasi bahwa selama Ramadan pembagian bisa dua sampai tiga hari. Setiap hari dibungkus terpisah, lalu digabung dalam satu plastik,” ujar Yeni, Rabu (25/2/2026.

Ia menegaskan, pihak sekolah selalu melakukan pemeriksaan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

“Kami cek dulu kondisi fisiknya. Kalau ada yang tidak layak, langsung kami koordinasikan,” katanya.

Yeni juga membenarkan adanya laporan roti berlendir yang sempat dikonsumsi oleh beberapa siswa non muslim.

Baca Juga :  Universitas Terbuka Tarakan Tanpa DO, Bupati Syarwani Ingatkan Mahasiswa Tak Terlena

“Begitu ada laporan, kami langsung hubungi pihak dapur dan mengimbau agar roti tidak dikonsumsi. Susu dan buah masih aman,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan tersebut diselesaikan secara internal agar tidak memicu keresahan.

“Kami tidak ingin langsung memviralkan. Yang penting anak-anak aman. Sampai sekarang kondisinya baik,” tambahnya.

Terkait isu anggaran Rp15 ribu per porsi, Yeni meluruskan bahwa dana yang digunakan langsung untuk makanan siswa sebesar Rp10 ribu.

“Rp10 ribu itu untuk bahan makanan. Sisanya operasional dapur dan tenaga kerja. Semua sudah diatur dalam MoU,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Bulungan, Andika Setiawan, memastikan bahwa menu MBG selama Ramadan tetap disusun sesuai standar gizi.

Baca Juga :  PKL Jalan Durian–Sabanar Diimbau Tak Berjualan di Atas Drainase

“Paket Ramadan tetap memenuhi unsur karbohidrat, protein, dan buah. Semua sudah dihitung nilai gizinya,” katanya.

Ia menjelaskan, pembagian paket untuk beberapa hari terjadi karena salah tafsir surat edaran.

“Seharusnya dirapel saat libur. Karena bahan sudah terlanjur dipesan, akhirnya tetap dibagikan. Sekarang sudah kembali normal, satu hari satu paket,” ujarnya.

Saat ini terdapat 12 dapur MBG di Bulungan yang melayani sekitar 23 ribu penerima manfaat, mulai dari siswa hingga ibu hamil dan balita. Pihak sekolah bersama instansi terkait berkomitmen meningkatkan pengawasan selama Ramadan.

“Kami ingin ke depan kualitas lebih baik, kemasan lebih layak, dan makanan benar-benar aman untuk anak-anak,” tutup Yeni. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *