benuanta.co.id, TARAKAN – Antusiasme mudik Lebaran 2026 membuat tiket kapal keberangkatan 16 Maret (H-3) dari Tarakan habis terjual. PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Tarakan kini menunggu kemungkinan tambahan kuota dari pelabuhan singgah yang masih membuka penjualan.
Kepala PELNI Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, mengungkapkan lonjakan permintaan terjadi menjelang puncak arus mudik. Untuk sementara, tiket di tanggal tersebut sudah tidak tersedia di sistem. “Untuk keberangkatan 16 Maret sementara tiket sudah habis dan kami masih menunggu kemungkinan tambahan dari pelabuhan singgah,” ungkapnya, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, apabila terdapat tambahan kuota dari pelabuhan singgah yang masih melakukan penjualan, maka kursi tersebut akan otomatis terbuka melalui sistem daring PELNI. Calon penumpang cukup memantau melalui aplikasi atau kanal resmi tanpa perlu antre di loket. “Kalau ada tambahan, otomatis akan muncul di sistem online,” katanya.
Bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket pada 16 Maret, PELNI mengimbau agar menyesuaikan jadwal keberangkatan. Alternatif perjalanan sebelum atau sesudah tanggal tersebut dapat dipilih sesuai jadwal kapal yang akan dirilis. “Penumpang bisa menyesuaikan keberangkatan sebelum atau sesudah 16 Maret sesuai jadwal kapal,” jelasnya.
Dari sisi operasional armada, kapal yang dioperasikan masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni dua kapal penumpang tipe 2.000 pax, satu kapal perintis tipe 400 pax, dan satu kapal rede tipe 80 pax. Kapasitas ini dinilai masih mencukupi kebutuhan layanan di wilayah tersebut. “Armada yang beroperasi tetap sama seperti tahun lalu,” paparnya.
PELNI mengingatkan masyarakat agar merencanakan perjalanan sejak jauh hari dan membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal resmi perusahaan. Langkah ini penting untuk menghindari kehabisan tiket serta mencegah kerugian akibat praktik percaloan. “Hindari membeli melalui calo dan pastikan hanya melalui kanal resmi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







