benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menggelar rapat koordinasi guna menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Kamis (19/2/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah dan dihadiri para asisten serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP, Dior R. Frames, menyampaikan kondisi stok dan ketersediaan sembako di Kabupaten Nunukan saat ini masih dalam batas aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Jalur distribusi atau supply chain sudah kembali normal. Kapal KM Thalia telah kembali beroperasi setelah docking hampir tiga minggu, sehingga distribusi sembako, khususnya beras, kembali lancar,” ungkap Dior pada Ahad (22/02/26).
Ia menambahkan, ketersediaan ayam potong dan ayam petelur mencukupi, baik dari produksi lokal maupun pasokan dari Sulawesi untuk telur. Sementara itu, komoditas cabai merah dan cabai rawit diperkirakan mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran seiring meningkatnya permintaan.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa, Pemerintah daerah juga telah mengimbau para pedagang pasar untuk meningkatkan volume pemesanan barang guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat. Di sisi lain, sektor produksi lokal dan daerah pemasok diharapkan tetap menjaga suplai kebutuhan pokok.
Terkait minyak goreng kata Iwan, Pemkab Nunukan sebelumnya telah menggelar pasar murah dengan menjual minyak goreng merek Viola seharga Rp18.000 per 800 mililiter dan Rp36.000 per 1.800 mililiter.
“Kegiatan pasar murah akan kembali dilaksanakan pada Sabtu mendatang di wilayah Nunukan Selatan, tepatnya di Paras Perbatasan,” ujarnya.
Selain itu, pasar murah juga dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Februari di wilayah Sebuku, Sembakung, dan Lumbis.
Iwan menambahkan bahwa, Pemerintah daerah memastikan koordinasi lintas OPD terus diperkuat menjelang Ramadan dan Idulfitri, termasuk penataan Pasar Ramadan. Sejumlah titik di Pulau Nunukan yang akan menjadi lokasi Pasar Ramadan antara lain kawasan Alun-Alun, Blok 3, dan UKM Center.
Menurutnya, penataan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja selama bulan Ramadan. Pemerintah berharap stabilitas harga dan kelancaran distribusi dapat terus terjaga hingga perayaan IdulFitri mendatang. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







