benuanta.co.id, TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikonfirmasi tetap diadakan selama bulan Ramadan.
Namun, dalam pembahasan terakhir pada rapat di DPRD Kota Tarakan antara Dinas Pendidikan dan pihak SPPG, diakui bahwa belum ditemukan formula teknis dalam pendistribusian MBG selama bulan puasa.
Di tengah belum adanya formula final tersebut, SMKN 4 Tarakan memberikan masukan terkait pola distribusi agar pelaksanaannya tetap efektif.
Kepala SMKN 4 Tarakan, Aliyas Imran, S.Pd., mengatakan, pihak sekolah mendukung penuh program pemerintah, namun perlu penyesuaian teknis selama Ramadan.
“Program MBG tetap kami dukung, hanya teknisnya di bulan puasa memang perlu penyesuaian,” ungkapnya, Ahad (22/2/2026).
Aliyas menjelaskan, program MBG telah berjalan di sekolahnya sejak 17 November 2025 dan rutin dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat sesuai hari operasional sekolah.
Selama ini, distribusi dilakukan dalam satu shift mengikuti jam belajar siswa. “Program MBG sudah kami dapatkan sejak 17 November 2025 dan berjalan rutin sesuai jadwal sekolah,” katanya.
Memasuki Ramadan, pihak sekolah sempat berdiskusi dengan pengelola MBG mengenai perubahan skema. Dari hasil komunikasi tersebut, dipastikan program MBG tetap berjalan, tetapi jenis makanan diubah menjadi makanan kering agar lebih tahan lama.
“Di bulan Ramadan tetap ada, hanya bukan makanan basah melainkan makanan kering,” terangnya.
Sebagai bentuk masukan, SMKN 4 Tarakan mengusulkan agar pembagian dilakukan pada siang hari sebelum siswa pulang sekolah. Hal ini untuk menghindari kendala penyimpanan apabila distribusi dilakukan terlalu sore.
“Kami sarankan dibagikan siang sebelum anak-anak pulang supaya bisa langsung dibawa untuk buka puasa dan sekolah tidak kewalahan menyimpan,” sarannya.
Menurutnya, pembagian sekitar pukul siang hari dinilai paling realistis menyesuaikan jadwal belajar selama Ramadan. Dengan pola tersebut, seluruh siswa tetap menerima haknya tanpa mengganggu aktivitas belajar.
Aliyas juga menekankan skema ini tetap memperhatikan siswa non-Muslim. Bagi siswa yang berpuasa, makanan bisa disimpan untuk berbuka, sementara yang tidak berpuasa tetap dapat mengonsumsinya setelah pulang sekolah.
“Yang berpuasa bisa makan saat buka, yang non-Muslim bisa makan setelah pulang, jadi semua tetap dapat,” katanya.
Selama Ramadan, jam belajar siswa di SMKN 4 Tarakan dimulai pukul 08.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WITA, sementara guru bertugas hingga pukul 15.00 WITA. Siswa dijadwalkan mulai kembali masuk sekolah pada 23 Februari 2026. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







