Boehly merupakan CEO Eldridge Industries yang juga pemilik klub Liga Inggris Chelsea dan klub basket Los Angeles Lakers.
Jersey tersebut bernomor punggung 24 dan bertuliskan nama James. Prabowo dan Boehly berfoto bersama dengan jersey itu, didampingi Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
Pemberian jersey tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan Presiden Prabowo dengan 12 pengusaha investasi global di Washington DC.
Usai pertemuan, Rosan mengungkapkan Boehly telah berjanji akan membawa klub Chelsea dan klub basket Los Angeles Lakers ke Indonesia untuk menggelar pertandingan.
“Salah satunya adalah ada owner majority dari Chelsea, Lakers, juga ada Dodgers. Dan dia berjanji mau bawa klub Chelsea dan Lakers ke Indonesia untuk ya kerja sama dan melakukan pertandingan,” kata Rosan.
Selain Boehly, pengusaha lain yang bertemu Prabowo adalah Armen Panossian, CEO Oaktree sekaligus pemilik klub Italia Inter Milan; Matt Harris dari BlackRock Founding Partners dan Global Infrastructure Partners; Martin Escobari, Co-President sekaligus Head of Global Growth Equity General Atlantic; Al Rabil, CEO Kayne Anderson;
Neil R. Brown, Managing Director Global Institute Infrastructure KKR; Michael Weinberg, Chairperson of the Investment Committee Levine Leichtman Capital Partners (LLCP); Justin Metz, Managing Partner Related Fund Management (RFM); Luke Taylor, Co-President Stonepeak; Nabil Mallick, COO Thrive Capital; Jeffrey Perlman, CEO Warburg Pincus; serta Seth Bernstein dari Bernstein Equity Partners.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan dalam pertemuan itu Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif serta membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Presiden Prabowo membuka seluas-luasnya peluang investasi untuk membangun sebanyak-banyaknya rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan yang menguntungkan kepentingan dalam negeri di Indonesia,” ucapnya.
Pertemuan di Washington DC ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki fase baru sebagai negara yang percaya diri, stabil, dan siap menjadi pusat pertumbuhan baru dunia.
Sumber : Antara







