BMKG Prediksi Cuaca Tarakan Sepanjang Ramadan, Hujan Ringan-Lebat

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksi kondisi cuaca selama bulan Ramadan tahun 2026 di Tarakan masih didominasi hujan.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi mengatakan, secara klimatologis Tarakan memang memiliki karakteristik hujan sepanjang tahun. Untuk satu bulan ke depan, potensi hujan masih berada pada kategori menengah hingga lebat.

Namun, hujan tidak terjadi terus-menerus. Ia menjelaskan adanya dinamika atmosfer, termasuk pergerakan monsun, yang menyebabkan intensitas hujan mengalami fluktuasi.

Baca Juga :  Jaga Ramadan Tetap Kondusif, Pemkot Tarakan Perketat Patroli Pengawasan

“Potensi hujannya masih relatif tinggi antara menengah hingga lebat. Namun tentu ada jeda. Mesin monsun ini tidak terus-menerus di level tinggi, ada saat energinya perlu diisi ulang sehingga kita mengalami tidak hujan selama 2 sampai 4 hari,” jelasnya.

Ia menuturkan, selama Ramadan masyarakat masih berpotensi mengalami kombinasi hari hujan dan panas.

Terkait kondisi beberapa hari terakhir yang terasa lebih dingin setelah periode panas kering, disertai angin cukup kencang, BMKG menjelaskan hal tersebut dipicu oleh faktor hujan dan pengaruh Monsun Asia.

Baca Juga :  Kekurangan Ruang Kelas, SMK Negeri 4 Tarakan Manfaatkan Gudang Disekat

Pada periode Desember hingga Februari, Monsun Asia berada dalam fase aktif atau maksimal. Sistem angin ini membawa massa udara lembap dan uap air dalam jumlah besar, sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Ketika tutupan awan tebal meningkat maka, radiasi matahari ke permukaan bumi berkurang, uhu udara terasa lebih dingin, serta intensitas hujan meningkat

Sementara itu, angin kencang dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara. Jika di wilayah utara terdapat tekanan rendah atau bibit siklon, kondisi tersebut dapat mempercepat kecepatan angin di wilayah Kalimantan Utara.

Baca Juga :  2 PKL Musiman di Tarakan Barat Ditertibkan Satpol PP

Kecepatan angin yang meningkat ini juga berdampak pada kondisi laut. Di wilayah Kaltara, tinggi gelombang sempat mencapai 0,9 meter, yang cukup berisiko bagi kapal-kapal berukuran kecil.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas. (*)

Reporter : Sunny Celine T
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *