benuanta.co.id, NUNUKAN – Menyambut bulan suci Ramadan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPPK) Kabupaten Nunukan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah perbatasan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kelurahan Nunukan Selatan sebagai titik awal, kemudian dilanjutkan di Alun-Alun Nunukan. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Tim pelaksana berkeliling menggunakan mobil pick up untuk memudahkan warga mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pelaksana kegiatan GPM, Nuraini, mengatakan gerakan ini merupakan kegiatan perdana pada awal tahun 2026. Pihaknya menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan yang pertama kami lakukan di awal tahun. Kami membawa beras lokal, beras Ikan Terbang, tepung, gula, minyak goreng, dan telur,” ujar Nuraini pada Rabu (18/02/26).
Ia menyebutkan, gula, telur, dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diburu warga, seiring meningkatnya kebutuhan bulan Ramadan, terutama untuk persiapan bahan takjil.
Adapun rincian harga yang ditawarkan yakni beras lokal 10 kilogram seharga Rp125.000, beras Ikan Terbang 5 kilogram Rp78.000, minyak goreng Rp16.000 per liter, gula Rp13.000 per kilogram, telur Rp55.000 per rak, serta tepung Rp9.000 per kilogram.
Semula, kegiatan direncanakan digelar di tiga lokasi, yakni Kelurahan Nunukan Selatan, Alun-Alun Nunukan, dan Kelurahan Nunukan Barat. Namun, hujan deras menyebabkan kegiatan hanya dapat dilaksanakan di dua titik.
“Walaupun diguyur hujan deras, kami tetap melanjutkan kegiatan karena warga yang datang untuk membeli semakin banyak,” katanya.
Nuraini berharap kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat selama Ramadan, mengingat harga sejumlah bahan pokok cenderung mengalami kenaikan, terutama komoditas yang didatangkan dari Malaysia yang turut terpengaruh fluktuasi nilai tukar ringgit. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli






