Tarawih Perdana Muhammadiyah Padati Masjid Al-Amin Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Salat tarawih perdana umat Muhammadiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah Masjid Al-Amin Kota Tarakan, Selasa malam (17/2/2025), berlangsung khidmat dan dipadati jamaah. Antusias warga terlihat dari penuhnya seluruh saf hingga area dalam masjid saat pelaksanaan salat tarawih pertama dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Tarakan, Umar Rafiq, menyampaikan rasa syukur karena jamaah kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun ini dalam keadaan sehat. Ia menilai kehadiran jamaah yang memadati masjid menunjukkan semangat beribadah yang tinggi.

“Alhamdulillah kami ucapkan Marhaban ya Ramadan, alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat walafiat,” ungkapnya, Selasa (17/2/2026).

Umar Rafiq juga menyampaikan apresiasi kepada jamaah yang memilih melaksanakan ibadah Ramadan di Masjid Al-Amin. Menurutnya, kepercayaan jamaah menjadi motivasi bagi pengurus masjid untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan beribadah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jamaah sekalian yang telah menentukan pilihannya untuk melaksanakan ibadah Ramadan di Masjid Al-Amin ini,” katanya.

Baca Juga :  Faktor Konjungsi, Hilal Tidak Terlihat di Tarakan

Guna menunjang kekhusyukan ibadah, pengurus masjid telah menyiapkan imam serta ustaz terbaik untuk memimpin salat berjamaah dan mengisi kajian keislaman selama Ramadan. Persiapan tersebut dilakukan agar jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah secara optimal.

“Kami pengurus Masjid Al-Amin telah memilih imam-imam dan ustaz-ustaz terbaik yang akan memimpin salat berjamaah dan mengisi kajian-kajian selama bulan suci Ramadan tahun ini,” jelasnya.

Selain pelaksanaan salat tarawih, pengurus masjid juga menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan lainnya, termasuk penyediaan takjil setiap hari bagi jamaah yang berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang diharapkan mampu mempererat kebersamaan masyarakat. “Seperti biasa setiap hari juga di bulan suci Ramadan di masjid ini menyediakan takjil untuk berbuka puasa,” ujarnya.

Setelah salat Isya berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah singkat atau kultum dari ustaz pilihan sebelum pelaksanaan salat tarawih. Jamaah juga diberikan kesempatan melaksanakan salat iftitah sebelum memulai salat tarawih berjamaah. “Setelah kita melaksanakan salat Isya berjamaah akan diisi kultum oleh ustaz-ustaz pilihan dan setelah kultum akan diberikan waktu kepada jamaah yang ingin melakukan salat iftitah sebelum salat tarawih,” tuturnya.

Baca Juga :  Dapur SPPG Polres Tarakan Diresmikan, Target Produksi Bertahap Hingga 2.000 Porsi

Tidak hanya kegiatan malam hari, Masjid Al-Amin juga menggelar kajian berkelanjutan setelah salat Subuh serta program iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Pengurus masjid berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kualitas ibadah jamaah. “Kemudian kegiatan di 10 akhir bulan Ramadan kita juga akan melaksanakan iktikaf atau mabit,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara, H. Syamsi Sarman, S. Pd., mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan untuk memperbanyak amal ibadah serta menjaga sikap saling menghormati antar sesama. Ia menekankan pentingnya menghindari perbuatan sia-sia yang dapat mengurangi nilai ibadah.

“Mari kita tingkatkan ibadah dan amal saleh dalam bulan Ramadan, jauhi hal-hal yang sia-sia dan mubazir atau perbuatan dosa,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat luas agar menjaga toleransi dan kebersamaan selama Ramadan. Menurutnya, sikap saling menghargai akan memperkuat persatuan umat di tengah keberagaman. “Kepada masyarakat secara umum mari saling menghormati dan tenggang rasa,” ucapnya.

Baca Juga :  Ombudsman Angkat Bicara Wacana Pusat Pemerintahan Tarakan Pindah ke Wilayah Utara

Salah satu jamaah warga Muhammadiyah Kota Tarakan, Munirul, mengaku bersyukur dapat kembali melaksanakan ibadah Ramadan bersama masyarakat. Ia menilai perbedaan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan ibadah merupakan hal wajar dan tidak perlu menjadi sumber perpecahan.

“Alhamdulillah senang sekali kembali bertemu di Ramadan tahun ini, walaupun sedikit ada perbedaan tapi itu wajar dan jangan jadikan itu sebuah perpecahan,” terangnya.

Munirul berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah masing-masing individu. Ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan bulan suci ini sebagai sarana introspeksi dan peningkatan keimanan.

“Intinya perbanyak ibadah saja dan perbaiki kualitas ibadah demi meningkatkan dan memperbaiki diri masing-masing,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *