SMK Negeri 4 Tarakan Harapkan Ada Penambahan Guru

benuanta.co.id, TARAKAN – Keterbatasan tenaga pendidik masih menjadi persoalan di SMK Negeri 4 Kota Tarakan. Sekolah yang berfokus pada bidang teknologi informasi ini, masih membutuhkan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah guru agar produktif menunjang kualitas pembelajaran serta pengembangan kompetensi siswa.

Kepala SMK Negeri 4 Tarakan, Aliyas Imran, S.Pd., mengungkapkan total tenaga pendidik dan staf yang dimiliki sekolah saat ini berjumlah 47 orang, dengan 35 orang di antaranya merupakan tenaga pengajar. Ia menilai jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pembelajaran di sekolah.

“Total kita tenaga pendidik sama staf itu ada 47, kalau tenaga pendidik ada 35 tapi memang kami butuhnya produktif,” ungkapnya, Rabu (18/2/2026).

Ia mencontohkan kekurangan tenaga pengajar pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Saat ini sekolah memiliki empat tenaga pengajar di bidang tersebut, namun salah satunya telah memasuki masa pensiun. “Tenaga TKJ ada empat kemudian satu yang pensiun,” katanya.

Baca Juga :  Gempa M 3,0 Guncang Selatan Tarakan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selain TKJ, kekurangan tenaga pengajar juga terjadi pada program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Sekolah saat ini hanya memiliki dua tenaga pengajar, sementara kebutuhan ideal mencapai empat orang. “PPLG hanya dua yang kita punya sedangkan kami butuhnya empat,” jelasnya.

Ia menegaskan pihak sekolah terus mengusulkan penambahan tenaga pendidik kepada pemerintah agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal. Namun, penambahan tenaga pengajar membutuhkan proses dan kebijakan dari pihak terkait.

“Kami memang membutuhkan, tapi memang tidak semudah it. Kami cuma bisa mengusulkan jika diberikan tenaga kami siap,” tuturnya.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia menjadi tantangan karena sekolah masih tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan. Sekolah tersebut baru berdiri sekitar lima tahun sejak dibangun pada 2021. “Sekolah ini masih pemula, baru berjalan lima tahun, dibangunnya sejak tahun 2021 zaman Covid,” bebernya.

Baca Juga :  Puncak Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Umat Tionghoa Padati Kelenteng Toa Pek Kong

Ia menjelaskan pada masa awal berdiri, kegiatan pembelajaran sempat menumpang di sekolah lain sebelum akhirnya memiliki gedung sendiri. Hal tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan sekolah hingga saat ini.

“Awalnya kami menumpang di SMK Negeri 2 Tarakan, cuma karena kami ingin punya bangunan sendiri akhirnya diupayakan dapat lahan di tempat sekarang,” terangnya.

Di tengah keterbatasan tenaga pendidik, sekolah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, terlebih sekolah memiliki fokus pada pengembangan teknologi informasi. Pihak sekolah menargetkan SMKN 4 menjadi pusat pendidikan IT terbesar di Kalimantan Utara.

“Kami pengen sekolah ini menjadi pusat IT terbesar di Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Ia menambahkan sekolah telah menorehkan berbagai prestasi hingga tingkat nasional sebagai bukti potensi yang dimiliki siswa. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus berkembang. “SMKN 4 ini sudah banyak menghasilkan prestasi, kita sudah go nasional buat lomba,” paparnya.

Baca Juga :  Jaga Ramadan Tetap Kondusif, Pemkot Tarakan Perketat Patroli Pengawasan

Selain prestasi nasional, sekolah juga telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti program pembelajaran di luar negeri. Hal ini menjadi salah satu capaian yang membanggakan bagi sekolah. “Kami juga ada memberangkatkan anak kami ke Jepang dari prestasi-prestasi yang ada,” lanjutnya.

Aliyas berharap pembangunan sekolah ke depan dapat menunjukkan identitas sekolah berbasis teknologi dengan desain modern tanpa meninggalkan kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan fasilitas yang representatif akan meningkatkan minat masyarakat terhadap sekolah.

“Kalau punya bangunan kami mau bangunan yang kekinian tanpa melupakan kearifan lokal,” ucapnya.

Meski demikian, ia menyadari pengembangan sekolah sepenuhnya membutuhkan dukungan pemerintah dan tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyatakan pihak sekolah siap memberikan masukan dalam proses pembangunan pendidikan.

“Kami siap memberikan masukan dan menyampaikan pendapat, tapi kami yakin pemerintah juga sudah berupaya membangun ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *