Gelombang Tinggi di Perairan Kaltara, BMKG Tarakan Imbau Warga Lebih Waspada

benuanta.co.id, TARAKAN – Aktivitas masyarakat di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran adanya kenaikan tinggi gelombang dalam beberapa hari terakhir.

Forecaster BMKG Tarakan, Danurahni Aryashta menyampaikan, berdasarkan analisis cuaca dan model prakiraan terbaru, potensi gelombang tinggi diperkirakan masih berlanjut hingga dua hari ke depan.

“Di wilayah perairan Kaltara, tinggi gelombang berkisar 1 sampai 1,3 meter. Untuk perairan Tarakan antara 1 hingga 1,4 meter, sedangkan perairan Tanjung Selor atau muara Bulungan–Tarakan sedikit lebih tinggi, yakni 1 sampai 1,5 meter,” sebutnya, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga :  Marak Tambang Ilegal, Kewenangan Dinas ESDM Kaltara Sebatas Perizinan dan Pembinaan Administratif

Ia menerangkan, peningkatan gelombang dipengaruhi oleh angin yang lebih kencang dari kondisi normal. Saat ini angin dominan berasal dari timur laut dengan kecepatan sekitar 18–25 knot.

“Kecepatan angin yang cukup kuat ini sangat mendukung terbentuknya gelombang yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Selain faktor angin, dinamika atmosfer global juga berperan. Fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) saat ini berada pada fase 2, yang berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Utara.

Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif lebih hangat dari normal, sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.

Baca Juga :  HPN 2026 di Kaltara: Perkuat Sinergi Pers, Pemerintah, dan Masyarakat untuk Daerah Maju dan Berkelanjutan

“Situasi ini semakin mendukung pembentukan awan hujan dan turut berkontribusi terhadap kenaikan tinggi gelombang,” terangnya.

Danurahni menambahkan, tinggi gelombang tidak terjadi secara merata sepanjang hari. Pada siang hari, gelombang cenderung lebih rendah, namun tetap berada di atas kondisi normal.

“Biasanya siang hari berkisar 0,3 hingga 0,6 meter, sekarang bisa mencapai 0,8 sampai 1 meter,” katanya.

Adapun puncak gelombang diperkirakan terjadi pada dini hari hingga pagi hari. “Perkiraan puncaknya antara pukul 02.00 hingga 08.00 Wita dengan ketinggian mencapai 1 sampai 1,5 meter,” ungkapnya.

Baca Juga :  Deteksi Dini Kunci Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

Pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan pengguna kapal kecil, untuk lebih berhati-hati karena gelombang kategori sedang lebih berisiko bagi kapal berukuran kecil. BMKG Tarakan juga meminta masyarakat rutin memantau pembaruan informasi cuaca maritim guna mengantisipasi potensi bahaya di perairan.

“Nelayan maupun operator speedboat diharapkan selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melaut,” pesannya. (*)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *