Faktor Konjungsi, Hilal Tidak Terlihat di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hilal penentu awal Ramadan tidak terlihat dalam pemantauan yang dilakukan di Satuan Radar (Satradar) 225 Tarakan, Selasa (17/2/2026).

Berdasarkan penjelasan Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, faktor tidak terlihatnya hilal dikarenakan adanya fenomena konjungsi. Ia mengatakan, konjungsi merupakan peristiwa ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Pada momen tersebut, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.

“Konjungsi itu terjadi pukul 20.00 WITA. Artinya, saat Matahari terbenam, Bulan sudah lebih dulu tenggelam. Posisi Hilal saat Matahari terbenam masih minus 1 derajat 43 menit, sehingga tidak mungkin terpantau sore hari ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Dapur SPPG Polres Tarakan Diresmikan, Target Produksi Bertahap Hingga 2.000 Porsi

Secara astronomis, agar Hilal dapat terlihat, konjungsi harus terjadi sebelum Matahari terbenam. Dengan demikian, saat Matahari tenggelam, Bulan masih berada di atas ufuk dan memiliki ketinggian positif beberapa derajat.

Selain faktor posisi geometris, kondisi cuaca turut menjadi hambatan. BMKG mencatat adanya awan di wilayah ufuk barat saat pengamatan berlangsung.

“Memang khas wilayah tropis, ufuk sering berawan. Namun secara teknis, walaupun cuaca cerah sekalipun, Hilal tetap tidak akan terlihat karena Bulan sudah berada di bawah cakrawala,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Bimas Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Iramsyah Noor, menyampaikan hasil pengamatan yang telah disaksikan dan disumpah oleh dua saksi menyatakan Hilal tidak terlihat.

Ia menambahkan, hasil pemantauan daerah akan segera dilaporkan ke pusat melalui berita acara resmi, serta mengikuti Sidang Isbat secara nasional melalui Zoom. Menurut informasi dari BMKG, posisi Hilal pada keesokan harinya diperkirakan sudah berada di atas 5 derajat, sehingga berpotensi terlihat.

Baca Juga :  Tradisi Wajib Barongsai Meriahkan Imlek di Kelenteng Toa Pek Kong Tarakan

“Informasi yang kami terima, kemungkinan besok sudah di atas 5 derajat. Insyaallah pemerintah, NU dan organisasi lainnya akan melaksanakan tarawih pertama besok malam dan puasa keesokan harinya. Untuk Muhammadiyah, besok sudah mulai puasa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengedepankan persatuan dalam menyikapi perbedaan metode penetapan awal Ramadan. “Berbeda itu wajar, tetapi persatuan dan kesatuan lebih utama,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *