benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Masyarakat di wilayah Kalimantan Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca selama pertengahan Februari 2026 atau menjelang bulan suci Ramadan.
Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti, mengatakan kondisi cuaca di Kaltara saat ini masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
“Secara umum wilayah Bulungan dan sekitarnya berpotensi hujan ringan hingga sedang, sedangkan wilayah Malinau dan sekitarnya diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi pada siang, malam, hingga dini hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah Kalimantan Utara.
“Adanya Gelombang Rossby ekuator, La Nina lemah, labilitas lokal yang kuat, serta belokan angin dan daerah konvergensi sangat mendukung pertumbuhan awan hujan,” jelas Sylvi.
BMKG juga telah mengeluarkan prakiraan cuaca 10 harian periode 11 hingga 20 Februari 2026. Pada tanggal 11 sampai 15 Februari, sejumlah wilayah, termasuk Tanjung Selor dan sekitarnya, berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Sementara itu, pada tanggal 16 hingga 18 Februari tidak terdapat peringatan dini. Namun, potensi cuaca ekstrem kembali meningkat pada periode 19 hingga 20 Februari 2026.
“Pada tanggal 19 sampai 20 Februari, masyarakat kembali perlu waspada terhadap hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir,” katanya.
Seiring dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan air.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, menjaga kebersihan saluran air, menghindari daerah rawan longsor, serta berhati-hati saat berkendara,” tutur Sylvi.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.
“Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi agar terhindar dari informasi yang tidak benar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







