benuanta.co.id, NUNUKAN – Musim buah di Krayan Tengah berupa buah durian, baritem, langsat, mata kucing, hingga rambutan. Masyarakat bingung hendak menjual hasil panen keluar Krayan karena akses wilayah yang belum tersedia.
Camat Krayan Tengah, Murjani, menilai potensi besar sektor pertanian dan wisata buah belum mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat karena terkendala infrastruktur jalan yang belum memadai.
“Sekarang ini musim buah karena akses darat tidak baik, buah-buah ini tidak bisa dibawa keluar, akhirnya tidak ada harganya, bahkan mau cari orang untuk makan buah gratis saja susah,” ujar Murjani, pada Senin (16/02/26).
Menurutnya, hasil pertanian dan perkebunan warga seharusnya bisa menjadi sumber penghasilan utama, apalagi saat musim panen raya seperti sekarang.
Namun tanpa konektivitas yang lancar dan aman dilalui, komoditas tersebut hanya beredar di dalam wilayah sendiri dan sulit menembus pasar luar.
“Bayangkan saja, gara-gara konektivitas wilayah yang kurang baik, hasil pertanian dan perkebunan menjadi tak bernilai, padahal ini potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Murjani menegaskan, jika akses jalan darat seperti ruas Malinau–Binuang–Krayan Tengah dapat dilalui tanpa hambatan, bukan hanya distribusi hasil tani yang terbantu, tetapi juga peluang pengembangan wisata berbasis musim buah bisa diwujudkan.
“Kalau akses jalan bagus, orang-orang dari luar pasti datang ke Krayan untuk menikmati buah langsung dari pohonnya, di musim buah seperti ini bahkan bisa diprogramkan sebagai wisata makan buah, itu akan sangat membantu perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ia mengingatkan, tanpa peningkatan infrastruktur konektivitas, perkembangan ekonomi masyarakat dikhawatirkan akan terus berjalan di tempat.
“Kalau kondisi akses seperti sekarang terus, saya rasa perkembangan perekonomian masyarakat akan stagnan, tidak ada pergerakan dan tidak ada kemajuan,” tegas Murjani.
Musim buah tahun ini kembali menjadi cermin alam Krayan Tengah menyuguhkan kelimpahan dan potensi wisata yang menjanjikan.
Namun selama akses masih terisolasi, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap dan belum mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







