benuanta.co.id, TARAKAN – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah selatan Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (14/2/2026) sore kemarin. Berdasarkan data pemantauan BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 18.07.49 WIB dengan lokasi 2,92 Lintang Utara dan 117,75 Bujur Timur, sekitar 51 kilometer selatan Tarakan dengan kedalaman 5 kilometer.
Forecaster on duty BMKG Kota Tarakan, Ida Bagus Yamuna, menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas patahan atau sesar lokal di wilayah Tarakan. Ia menuturkan gempa yang terjadi termasuk gempa dangkal akibat pergerakan struktur geologi setempat. “Untuk penyebabnya disebabkan oleh aktivitas patahan atau sesar lokal Tarakan,” ungkapnya, Ahad (15/2/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan kekuatan gempa serta lokasi dan waktu kejadian, BMKG belum menerima laporan adanya dampak kerusakan maupun keluhan dari masyarakat. Hal tersebut menunjukkan gempa yang terjadi masih dalam kategori ringan.
“Jika dilihat dari magnitude, lokasi kejadian dan saat jam kejadian kami belum mendapatkan laporan aduan dari masyarakat, maka gempa ini dapat dikatakan belum berbahaya,” jelasnya.
Selain itu, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan bencana lanjutan seperti tsunami. Hal tersebut mengingat kekuatan gempa relatif kecil serta berada di wilayah yang tidak memicu pergerakan massa air laut secara signifikan.
“Terkait ancaman bencana lainnya seperti tsunami diperkirakan tidak ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemantauan data kegempaan hingga sehari setelah kejadian, BMKG belum mendeteksi adanya potensi gempa susulan. Namun, masyarakat yang berada di sekitar lokasi pusat gempa tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Berdasarkan data kejadian gempa kemarin hingga hari ini, diperkirakan tidak ada aktivitas gempa susulan,” imbuhnya.
Ia mengingatkan, masyarakat yang berada di wilayah sekitar titik gempa tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan apabila merasakan getaran lanjutan. Langkah antisipasi dinilai penting guna meminimalkan potensi risiko.
“Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar titik gempa diharapkan untuk tetap waspada apabila ke depannya masih merasakan adanya gempa,” terangnya.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi terkait aktivitas kegempaan. Informasi yang valid dinilai penting untuk mencegah munculnya hoaks maupun kepanikan di tengah masyarakat.
“Ikuti terus update informasi gempa bumi terkini dari BMKG,” imbaunya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mempelajari informasi edukasi terkait gempa bumi dan tsunami sebagai langkah mitigasi bencana. BMKG menyediakan materi edukasi yang dapat diakses secara daring guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Silakan dipelajari bersama informasi edukasi mengenai gempa bumi dan tsunami melalui laman resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id/gempabumi/mitigasi/edukasi-gempabumi-tsunami,” pungkasnya.
Reporter: Eko Saputra
Editor:







