Gas LPG 3 Kg Dikeluhkan Sulit Didapat, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Aman

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Tahun Baru Imlek, kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kilogram atau gas melon meningkat tajam.

Selain sembako, gas subsidi ini menjadi salah satu kebutuhan utama warga.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di pasaran. Salah satunya, Vani, warga di Jalan Pahlawan, yang harus berkeliling dari satu toko ke toko lain demi mendapatkan gas melon.

“Iya susah, keliling di beberapa toko tetap saja tidak dapat. Saya baru dapat itu setelah dua hari lalu sejak saya mencari,” ujar Vani, Sabtu (14/2/2026).

Ia juga menambahkan, stok LPG 3 kg di tingkat pengecer sering kali cepat habis. “Kalau pun dapat, pasti cepat kosong lagi,” tambahnya.

Baca Juga :  Akses Air Bersih Kini Tersedia bagi Masyarakat Kelubir

Keluhan warga tersebut ditanggapi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Pihak Pertamina memastikan bahwa stok dan penyaluran LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Bulungan masih dalam kondisi aman.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bahwa pasokan LPG subsidi masih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami memastikan pasokan LPG 3 kilogram untuk wilayah Bulungan tetap tersedia sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bulungan dilayani oleh empat agen LPG 3 kg serta agen LPG non-subsidi. Jaringan distribusi tersebut dinilai cukup untuk menjangkau kebutuhan masyarakat di Tanjung Selor dan sekitarnya.

Berdasarkan data Pertamina, penyaluran LPG 3 kg pada Januari 2026 mencapai sekitar 105,5 persen dari alokasi reguler. Sementara hingga 10 Februari 2026, realisasi penyaluran sudah mencapai 27,48 persen dari total alokasi Februari.

Baca Juga :  Warga Tanjung Selor Keluhkan Ketersediaan Gas LPG 3 Kg, Pemkab Sebut Keterlambatan Distribusi

Selain itu, Pertamina juga menyalurkan pasokan tambahan sebanyak dua tahap pada Januari lalu.

“Ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat,” jelas Edi.

Untuk memastikan ketersediaan di lapangan, Pertamina juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pangkalan LPG di Kecamatan Tanjung Selor.

“Hasil monitoring menunjukkan stok masih tersedia, meskipun jumlahnya berbeda di tiap pangkalan,” katanya.

Sebagai upaya mengurangi tekanan terhadap LPG subsidi, Pertamina mengimbau masyarakat yang mampu untuk beralih menggunakan LPG non-subsidi, seperti Bright Gas.

“Kami harap LPG 3 kg benar-benar digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima subsidi,” tambahnya.

Baca Juga :  Imlek 2577 Masuki Tahun Kuda Api, Simbol Kerja Keras dan Keberanian

Selain itu, Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat juga menggelar Operasi Pasar pada 17–18 Februari 2026 dengan dukungan alokasi tambahan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah terjadinya kepanikan di tengah masyarakat.

Pertamina juga mengingatkan agen dan pangkalan agar tidak melayani pembelian dalam jumlah besar serta tidak melakukan penimbunan.

“Distribusi harus tepat sasaran. Kami tidak ingin ada penyaluran yang menyimpang,” tegas Edi.

Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi sesuai harga eceran tertinggi (HET). Jika menemukan pelanggaran, warga dapat melapor melalui layanan resmi Pertamina.

“Setiap laporan akan kami tindak lanjuti demi menjaga keadilan distribusi,” tutupnya.(*)

Reporter: Alvianita 

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *