benuanta.co.id, TARAKAN – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari rangkaian pengesahan kepengurusan serentak seluruh Indonesia.
Ketua DPW PKB Kaltara, Herman, mengatakan proses tersebut diawali dari Musyawarah Wilayah (Muswil) hingga pelantikan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) dan Dewan Syuro yang digelar serentak di Jakarta pada 2 hingga 4 Februari bersama 38 provinsi.
“Dilanjutkan orientasi politik, kemudian pengukuhan kepengurusan oleh DPP. Hari ini jadwalnya Kalimantan Utara bersama beberapa provinsi lainnya. Alhamdulillah proses berjalan lancar,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya, pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi total menghadapi Pemilu 2029. PKB Kaltara kini menargetkan pembentukan struktur 100 persen di seluruh tingkatan.
Jika sebelumnya hanya memenuhi ketentuan minimal undang-undang DPW 100 persen, DPC 75 persen, dan DPAC 50 persen. Kini seluruh jenjang kepengurusan diwajibkan lengkap.
“Struktur itu ujung tombak. Kalau ingin menang, maka organisasi harus kuat sampai ke kecamatan dan desa,” tegasnya.
Selain penguatan struktur, DPW PKB Kaltara juga menyiapkan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) serta persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC yang dijadwalkan berlangsung mulai akhir Maret hingga April mendatang.
Dalam konteks elektoral, PKB Kaltara memasang target ambisius 19 kursi DPRD kabupaten/kota dan provinsi pada 2029. Untuk Kota Tarakan, PKB menargetkan kembali meraih empat kursi setelah pada pemilu terakhir turun menjadi tiga kursi meski perolehan suara mencapai sekitar 14 ribu dan berada di posisi kedua.
Di Kabupaten Nunukan, partai menargetkan tiga kursi. Herman menyebut pada Dapil 1 pihaknya hanya kalah 16 suara, sehingga peluang dinilai terbuka. Sementara di Tana Tidung ditargetkan tiga kursi, Bulungan tiga kursi, Malinau dua kursi, serta penguatan dua kursi di tingkat provinsi.
Ia juga membuka kemungkinan rotasi daerah pemilihan bagi kader senior guna memberi ruang regenerasi dan memperluas basis kemenangan.
“Ini bukan target tanpa hitungan. Kita evaluasi margin kekalahan, kita petakan dapil yang kosong dan yang sudah terisi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







