9 Hari Perjalanan ke Krayan, Alsintan Kementan Terhambat Sungai Binuang

benuanta.co.id, NUNUKAN – Komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di wilayah perbatasan kembali ditunjukkan melalui penyaluran bantuan Alat dan Mesin Pertanian (ALSINTAN) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk Kabupaten Nunukan.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.

Namun, distribusi bantuan ke wilayah Krayan bukan perkara mudah. Ukuran Alsintan yang besar membuat pengiriman harus ditempuh melalui jalur darat dengan medan yang dikenal ekstrem. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan langkah Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan petani.

Selama sembilan hari perjalanan darat, rombongan harus menembus rute panjang dari Desa Paking (Malinau), melintasi Semamu hingga tiba di Binuang. Persiapan dilakukan secara ekstra, mulai dari logistik sembako, bahan bakar minyak (BBM), hingga perencanaan teknis yang matang demi menjamin keselamatan perjalanan.

Baca Juga :  Tertahan di Dermaga, Sopir Truk Muatan Sembako ‘Ngadu’ ke DPRD

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, mengungkapkan bahwa pendistribusian Alsintan jenis Jonder kini telah sampai di Binuang. Namun, perjuangan belum usai.

“Jonder baru sampai di Binuang dan itu belum selesai, karena harus melewati Sungai Binuang yang kondisi ketinggian airnya tidak memungkinkan untuk dilakukan penyeberangan,” ujar Masniadi pada Jumat (13/02/26).

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga setempat, debit air sungai akan mengecil saat kemarau panjang. Namun, kondisi iklim seperti itu belum tentu terjadi dalam waktu dekat, bahkan bisa saja tidak terjadi dalam satu tahun ini.

Baca Juga :  Konsulat RI Salurkan Bantuan bagi WNI Korban Kebakaran di Tawau

Sebagai solusi alternatif, pihaknya tengah mempertimbangkan pembangunan rakit penyeberangan khusus untuk mengangkut alat berat tersebut.

“Untuk membuat rakit penyeberangan ini membutuhkan biaya, dan ini masih kami diskusikan kembali berapa besar biaya yang dibutuhkan,” jelasnya.

Setelah berhasil menyeberangi Sungai Binuang, Alsintan akan didistribusikan ke sejumlah kecamatan di wilayah Krayan, yakni Krayan Tengah, Krayan Selatan, Krayan Barat, Krayan Timur, dan Krayan Induk.

Dikatakan Masniadi, Jarak tempuh antarwilayah yang mencapai lebih dari 100 kilometer kembali menjadi tantangan tersendiri dan membutuhkan waktu tambahan.

Baca Juga :  Kurangi Jumlah Kebakaran di Nunukan lewat Sosialisasi Rutin Damkar

Tak hanya Jonder, bantuan lainnya berupa Rotavator juga masih menunggu proses pengangkutan. Saat ini, alat tersebut masih berada di Desa Paking, Malinau. Pengangkutannya pun tidak bisa sembarangan.

“Rotavator harus menggunakan alat angkut seperti tronton. Kalau dipaksakan berjalan seperti Jonder, roda Rotavator bisa rusak,” tegas Masniadi.

Meski dihadapkan pada berbagai kendala alam dan teknis, pemerintah daerah optimis proses distribusi dapat dituntaskan tahun ini.

Ia berharap kehadiran Alsintan di Krayan akan menjadi energi baru bagi petani perbatasan untuk meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *